Agam

GPSB 2018, Moment Khusus HUT Perak Lubukbasung

Lubukbasung, kaba12.com — Gappis Parade Seni Budaya ( GPSB ) Agam yang digelar rutin setiap hari Rabu, di kompleks terminal Pasar Inpres Padang Baru, Lubukbasung diproyeksikan sebagai event khusus semarak ulang tahun perak ( 25 tahun ) usia ibukota kabupaten Agam di Lubukbasung.

Event parade seni budaya yang menghadirkan berbagai kelompok kesenian dan group seni tradisi dari berbagai jorong dan nagari di kabupaten Agam tersebut menjadi ajang tersendiri tidak hanya sebagai asah kemampuan dan pengalaman bagi group-group kesenian untuk tampil di hadapan public, tapi juga sebagai bagi semarak kemajuan kota Lubukbasung.

Baca Juga:  Tim Gabungan Kerja Ekstra, Ruas SIMAKA Dibuka

Hal itu disebutkan Windra Purnama, panitia GPSB Agam 2018 kepada kaba12.com. Disebutkan, kegiatan yang sudah digelar sejak bulan Maret lalu, dijadualkan akan berakhir tanggal 19 Juli 2018 mendatang, bertepatan dengan HUT ke-25 ibukota kabupaten Agam, Lubukbasung.

Event seni tradisi yang diminati banyak kalangan tersebut, dibuktikan dengan kehadiran ribuan warga yang berdatangan dari berbagai wilayah di kabupaten Agam ke lokasi acara di kompleks terminal depan Pasar Inpres Padang Baru, Lubukbasung itu, tidak hanya sebagai bagian dari upaya membangun silaturrahmi dengan berbagai unsur seni budaya, kelompok dan group kesenian yang ada, tapi juga untuk menyemarakkan pentas seni dan budaya di kabupaten Agam yang beberapa waktu belakangan seni event dan penampilan.

Baca Juga:  Indra Catri Jadi Pembicara Program Pembangunan di Indonesia Planning Outlook 2017

“Kami mencoba menyalurkan itu, “ sebut Windra Purnama.

Panitia GPSB Agam sendiri, meyakinkan, event parade seni budaya yang digelar, tidak hanya akan memberi dampak bagi komunitas seni dan budaya semata, tapi juga memiliki multi effect bagi semua unsur, termasuk aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Pantai Tiku "Primadona" yang Tak Terlupakan

“Kami mencoba memberi warna bagi aktivitas harian masyarakat di Lubukbasung, terutama komitmen untuk membangun peduli terhadap sejarah daerah, apalagi keberadaan ibukota kabupaten Agam di Lubukbasung,” tegasnya menambah.-

Event GPSB Agam yang sudah berlangsung sejak Maret lalu, dan jeda selama bulan Ramadhan sudah menghadirkan 48 group kesenian dengan total penampilan 74 item kesenian, mulai dari group band,randai, saluang, pupuik, silat, tari, tambua-tansa, dan jenis penampilan lain.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top