Kaba Pemko Bukittinggi

Lebaran, Halaman Kantor dan Sekolah Jadi Lokasi Parkir

Bukittinggi, KABA12.com — Minimnya lahan parkir dibanding jumlah kendaraan yang masuk ke kota Bukittinggi saat liburan, masih jadi PR besar bagi pemerintah kota.
Untuk mengantisipasi masalah parkir selama libur lebaran, pemko untuk sementara, mengizinkan halaman kantor dan sekolah, untuk dijadikan lahan parkir.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan, kebijakan ini diambil mengingat setiap libur lebaran Idul Fitri terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang masuk kota. Disamping perantau yang pulang ke kampung halaman, sebagian diantaranya masyarakat yang sengaja berkunjung untuk berwisata dan mengunjungi sanak famili.

Baca Juga:  Humas DPRD Bukittinggi Kunjungi DPRD Agam

“Peningkatan jumlah kendaraan yang selalu terjadi saat momen lebaran Idul Fitri, gedung parkir dan titik parkir resmi yang tersedia tidak mampu menampung kendaraan. Sehingga langkah itu diterapkan, agar pengunjung dapat parkir di halaman kantor dan sekolah,” jelas Ramlan.

Hal ini juga dilakukan untuk sekaligus mengantisipasi parkir sembarangan yang mengganggu arus lalu linta. Petugas piket akan berpatroli menjaga lokasi parkir mencegah tindak pemalakan, atau meminta tarif parkir di luar ketentuan peraturan daerah (Perda).

Baca Juga:  Sempat Diputus Longsor, Jalur SIMAKA Sudah Kembali Normal

“Sejumlah titik parkir alternatif bagi pengunjung saat musim libur lebaran ini telah disiapkan, yang akan dikelola secara swadaya oleh warga setempat, dengan catatan tidak diperbolehkan meminta tarif diluar ketentuan,” ulasnya.

Walikota menambahkan, dalam Perda tarif parkir untuk satu mobil Rp 5000, dan sepeda motor Rp. 2000,-. Pengelola parkir swadaya yang ditempatkan di halaman perkantoran dan sekolah, tidak boleh meminta tarif lebih dari itu.

Baca Juga:  Karyawan Puncak Lawang Jalani Test Swab

“Untuk memberikan kenyamanan pada pengunjung saat parkir, Pemko Bukittinggi melakukan pengawasan, dan akan menindak petugas parkir yang meminta tarif diluar ketentuan, karena hal itu akan memperburuk citra Bukittinggi pada pengunjung yang datang ,” tegasnya.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top