Kaba Terkini

Jeda Puasa, GPSB 2018 Diikuti 37 Group, Lebaran, Sajian Khusus Untuk Perantau

Lubukbasung, kaba12.com — Memasuki jeda (masa istirahat) bulan suci Ramadhan 1439 hijriah, event gappis parade seni budaya (GPSB) Agam 2018 yang digelar setiap Rabu malam di kompleks pasa inpres Padang Baru, Lubukbasung, Rabu,(2/5) malam, tetap dibanjiri ribuan warga Lubukbasung.

Malam puncak memasuki masa jeda, diikuti 7 group tari, tambua tansa, band dan suling yang mendapat respon luar biasa masyarakat Lubukbasung yang membanjiri kawasan parkir depan terminal pasar inpres Padang Baru, Lubukbasung.

Semarak malam jeda GPSB Agam 2018 juga dihangatkan dengan penampilan memukau Amango Band, group band bernuansa Melayu-dangdut dari Manggopoh yang menghoyak lokasi acara sehingga masyarakat betul-betul terhibur.

Menurut Handri Buana, mewakili panitia GPBS Agam 2018, event sajian hiburan seni tradisi untuk masyarakat tersebut, digelar sejak Maret lalu, diikuti 37 group dari berbagai latar belakang jenis kesenian, baik tambua tansa, randai, silek tradisi, group band, tari dan jenis seni tradisi lainnya yang tidak hanya diikuti dari wilayah Agam, tapi juga daerah tetangga Padang Pariaman.

Baca Juga:  2019, Pemkab Agam Replanting 440 Hektare Kelapa Sawit Petani

Sesuai dengan komitmen awal, GPSB Agam 2018 yang merupakan awal dari semarak peringatan ulang tahun perak, 25 tahun usia ibukota kabupaten Agam di Lubukbasung itu, seluruh group yang tampil akan dinilai oleh masyarakat melalui media sosial instagram gappis-kaba12.com, dan masyarakat memberikan penilaian dengan “like”.

Group yang mendapat “like” terbanyak, dikukuhkan sebagai group terbaik, selain akan tampil dalam acara puncak peringatan HUT ke-25 ibukota kabupaten Agam ke Lubukbasung, 19 Juli 2018 mendatang, juga akan mendapatkan hadiah pembinaan dari GPSB Agam.

Baca Juga:  Menang Atas Brunei, Luis Milla Abaikan Lapangan Buruk

“ Dari enam kategori yang ditampilkan, sudah banyak netizen yang berperan, dengan “line” yang diberikan, ini positif, dan sesuai target yang diharapkan panitia, “ sebut Handri Buana.

Target GPSB Agam, selain untuk meramaikan kasanah seni-budaya di kabupaten Agam, dengan pementasan gratis oleh berbagai group kesenian yang ada di kabupaten Agam, panitia juga ingin mempromosikan potensi seni budaya yang dimiliki masyarakat kabupaten Agam ke berbagai belahan dunia, “ dan kini, GPSB Agam sudah mendunia, karena banyak “like” yang diberikan dari luar negeri dan dari berbagai propinsi lain di Indonesia, “ sebutnya.

Baca Juga:  Bupati Agam Pantau Pos PAM Lebaran di Simpang Maninjau

Diyakinkan Handri Buana, GPSB Agam akan berlanjut hingga bulan Juli 2018 mendatang, karena semakin kuatnya dukungan masyarakat, dibuktikan dengan kunjungan dan peran serta warga dalam acara tersebut, termasuk dukungan unsur terkait di Pemkab Agam, baik dari Dishub Agam, pariwisata, Bank Nagari Lubukbasung dan dunia usaha, termasuk media online kaba12.com.

“ Kita berharap, ini moment kebersamaan, untuk mendorong makin berkembangnya potensi seni budaya yang dimiliki kabupaten Agam, kita salut dengan animo masyarakat dan kami sangat berterimakasih atas dukungan yang diberikan, “ sebut Handri Buana lagi.

(Harmen)

1 Comment

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top