Kaba Terkini

Satayu, Sang legenda Inspirasi Masyarakat

Balingka, kaba12.com —Seniman fenomenal dari Balingka, Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam Syahrul Tarun Yusuf atau yang lebih dikenal Satayu, maestro dan pencipta lagu Minang tahun 1960-an. Seorang seniman yang telah melahirkan ratusan lagu Minang hits yang masih bertahan hingga kini.

Pria kelahiran tahun 1942 ini, sudah menciptakan lebih dari 400 judul lagu dari imajinasi dan goresan tinta sejak ia mulai berkarya pada tahun 1960-an. Diantaranya, Bugih Lamo, Ampun Mande, Bapisah Bukannyo Bacarai, Batu Tagak, Kasiah Tak Sampai, dan banyak lagi, disamping lagu-lagu hits yang juga membawa dampak besar kepada penyanyi Minang lainnya, seperti Elly Kasim, Tiar Ramon, Yan Bastian, Lily Syarif, Nurseha, dan banyak penyanyi top lain.

Selain diminati oleh masyarakat Sumatera Barat, lagu-lagu ciptaan Satayu juga banyak diminati masyarakat diluar Sumbar bahkan diluar Indonesia, seperti Malaysia, Singapura, bahkan dijadikan salah satu soundtrack dari film Marantau karya Gareth Evans.

Disamping itu, sebagai bentuk rasa hormat dan penghargaan yang tinggi pada sang maestro yang telah memasuki usia senja tersebut, sebuah buku biografi diluncurkan pada tahun 2009.

Buku karya Muchsis Muchtar St. Bandaro Putiah itu menceritakan perjalanan hidup Syahrul Tarun Yusuf sampai meraih segudang prestasi dibelantika musik Minang.

Selain buku tersebut, sang Maestro yang telah genap berumur 76 tahun pada 12 Maret 2018 m, juga diberikan penghargaan oleh seluruh keluarga, sahabat, fans dan masyarakat setempat dalam bentuk sebuah pameran dokumentasi Maestro Satayu yang ditujukan untuk mengabadikan hasil karyanya yang telah banyak menginspirasi bagi generasi penerus music Minang.

Bupati Agam Indra Catri yang hadir dalam kegiatan pameran tersebut, mengapresiasi seluruh hasil karya sang legendaris musikal Lagu Minang, yang dipajang dalam sebuah pameran. Bupati berkomitmen bersama seluruh jajaran Pemkab Agam untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian daerah, baik seni berupa lagu, tari, silek, maupun randai.

Sebagai bentuk penghargaan, Bupati Agam berencana dalam waktu dekat ini membuat gallery di Balingka, agar semua karya-karyanya terbingkai dalam sebuah album, bertajuk kenangan sepanjang masa.

“Saya berharap, tidak hanya membesarkan Satayu tapi juga melanjutkan karya besar beliau dan mentransfer keahliannya bagi regenerasi selanjutnya. Maka penting sekali gallery, untuk menunjukan bahwa kita dari generasi berkualitas.

Kepada generasi muda, saya mengajak agar bisa mencontoh, melanjutkan dan melestarikan kepiawaian Satayu sehingga ke depan akan melahirkan Satayu-Satayu baru,” ujar Indra Catri.

Dengan lirik lagu yang bernuansa cinta yang dikombinasikan dengan irama yang mendayu-dayu, semua pendengar terbawa hanyut, dan larut kedalam setiap lantunan syair lagu, seakan-akan manjadi pemeran utama yang dikisahkan dalam lagu tersebut.

Indra Catri juga menjelaskan, bagi Satayu pencapaian seperti saat ini merupakan suatu yang tak diduga. Apalagi banyak dari lagu ciptaannya menjadi lagu-lagu yang populer dan abadi di masyarakat hingga kini.

Selain itu, menurut Indra Catri ada tiga landasan yang mengantarkan Satayu menjadi seorang maestro fenomenal di tanah air ini.

Kekuatan iman yang kuat, memiliki roman yang membawa sang legendaris menuju pencapaian terbaiknya.

Didalam filosofi landasan yang pertama yakni memiliki iman yang kuat, artinya bagi orang Minang, ketika ia pandai mengaji dan paham ilmu agama maka tidak akan sulit membuat syair lagu, dan juga paham tentang seluk beluk tambo Minangkabau.

Kemudian, yang kedua-nya memiliki roman. Artinya, seorang Satayu bisa memanfaatkan sebuah perjalanan hidup, baik asmara maupun percintaan, ke dalam sebuah bingkian kata-kata yang dibuat menjadi lirik lagu. Dan yang terakhir, Mak Satayu memiliki sifat reman. Artinya, Ia jeli dalam mengangkat isu-isu yang ada di tengah masyarakat.

“Seperti judul lagu Batu Tagak, Bika Si Mariana, Ampun Mande, dan judul lagu lainnya. Semua lagu itu ditulis berasal dari kisah-kisah yang ada, dan mampu mengadopsinya menjadi sebuah lagu,” kata bupati menjelaskan.

Bupati Agam itu berharap seluruh pencapaian dan prestasi yang telah diraih sang Maestro menjadi motivasi untuk lebih kreatif dan inovatif dalam berkarya.

“Bagi geberasi penerus, saya berpesan, teruslah berkarya jangan berhenti. Jadikan Mak Satayu sebagai inspirasi dan motivasi dalam membuat sebuah lagu. Saya ingin Agam tidak berhenti untuk mencetak orang-orang hebat,” harapnya.

Acara yang mengisahkan perjalanan Sang Maestro dilaksanakan sejak 12 Maret sampai 17 Maret 2018 mendatang, di kediamannya di Balingka Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam.

(Virgo/*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Alamat : Jl. SUDIRMAN, NO.02, PADANG BARU, LUBUK BASUNG, KABUPATEN AGAM

Telp (0752)76808, e-mail : redaksi.kaba12@gmail.com.

Copyright © 2018. Theme by KABA12.com. All right reserved

To Top