BPBD Kab. Agam

Longsor Nagari Tanjung Sani, 3 Rumah, 1 Mobil Terdampak

Maninjau, kaba12.com — Longsor yang kembali menghantam wilayah salingka danau Maninjau, Kamjs, (1/3) mengundang ketakutan warga.

Pasalnya, ancaman longsor susulan masih berpotensi terjadi, mengingat wilayah salingka danau yang berada di zona merah bencana.

Dampak longsor Kamis sore tadi, tidak hanya memutuskan ruas jalan di salingka danau Maninjau, tapi juga menyebabkan rumah dan mobil warga tertimbun material longsor.

Rilis Kabid. PK BPBD Agam Yunaidi menyebutkan, dampak hujan lebat sejak Kamis siang memicu longsor di tiga titik di Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya.

Di tiga titik longsor membawa material batu pasir dan kerikil dengan ketinggian 20 – 100 cm di permukaan jalan.

Akibat longsor di tiga titik tersebut, 3 unit rumah dengan 1 unit mobil di garasi rumah terdampak longsor dan dipenuhi material pasir dan kerikil.

Baca Juga : Tiga Titik Dihantam Longsor di Salingka Danau Maninjau

Tiga rumah terdampak longsor masing-masing rumah milik Anis, Suar dan Rus St. Kayo, dimana lumpur, pasir dan kerikil mengendap dalam rumah warga.

Ancaman longsor di wilayah itu ditengarai sudah terlihat oleh warga, terutama saat hujan lebat turun tanda-tanda berupa air keruh dan diiringi material batu pasir terbawa air dari ketinggian tebing yang cukup terjal. Hingga Kamis malam ini, warga masih dihantui ketakutan akan longsor susulan karena intensitas hujan masih tinggi.

Kepala BPBD Agam M.Lutfi AR, di lokasi bencana meminta warga Tanjung Sani dan warga Salingka Danau Maninjau waspada karena intensitas hujan masih tinggi dan beberapa titik masih terlihat rawan longsor susulan terutama di titik longsor saat ini.

” Kami himbau warga selalu waspada, ” ujar kepala BPBD Agam.

Potensi longsor di mayoritas wilayah Agam masih sangat tinggi karena curah hujan diprediksi masih sangat tinggi.

(Harmen)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

To Top