Catatan 12

Melihat Tiku Sebagai Mimpi

Catatan : Harmen

Kabupaten Agam adalah daerah paling terkenal di Sumatera Barat. Keterkenalan Agam justru dalam beragam aspek. Tak hanya kehandalan sumber daya manusia (SDM), kepiawaian dalam mengusung beragam program, keunggulan dalam berpolitik, dibuktikan banyak tokoh politik, baik di level nasional maupun Internasional, termasuk tokoh-tokoh penting dari kalangan pejabat, banyak rang Agam yang memegang peranan.

Kepiawaian dan keunggulan rang Agam, entah karena memang sesuai filosofi aia nyo karuah, ikan nyo lia,entah karena memang tuntutan untuk menjadi yang “berperan” di daerah ini membutuhkan kesiapan dan perjuangan keras, entah karena memang “warisan” kehebatan yang kini menjalar ke setiap sendi masyarakat. Yang pasti, kabupaten Agam menjadi daerah yang diperhitungkan dalam beragam aspek. Itu tak bisa dipungkiri.

Namun, penulis kini melihat keunggulan lain kabupaten Agam yang dikenal sangat kaya akan potensi alam, khususnya pariwisata. Berbanggalah masyarakat kabupaten Agam, daerah ini dikenal sangat lengkap memendam potensi wisata, sangat beragam, bahkan menjadi tagline promosi wisata daerah ini, Agam nan beragam. Hanya saja, beragaman potensi wisata ini, justru satu demi satu tenggelam.

Potensi wisata alam kabupaten Agam yang paling lengkap (bahkan) di Indonesia, karena daerah ini punya potensi laut dan pantai yang eksotis, punya danau ( Maninjau ) nan memukau, punya pebukitan (Puncak Lawang) dengan pemandangan luar biasa, punya lembah (Ngarai Sianok ) yang luar biasa, punya sungai, punya air terjun (sarasah) dan potensi wisata lain, yang (mungkin) karena terlalu banyak, justru tidak begitu menonjol dan diolah dengan baik.

Seperti halnya kawasan wisata Maninjau yang (nyaris) tenggelam dampak endapan sisa pakan ikan yang sudah sangat banyak, sehingga kerap memciu keracunan ikan air tawar , bahkan habitat asli danau pun lenyap. Kini mencari pensi danau pun sangat sulit, bak mencari mutiara di laut lepas. Rinuak pun, kini baru muncul malu-malu, mungkin takut pupus lagi diterjang racun.

Namun kini,  upaya membangkitkan kembali marwah danau Maninjau sebagai unggulan wisata daerah sudah mulai dilakukan. Setahun terakhir, program #save Maninjau sudah digulirkan. Walau belum memperlihatkan hasil maksimal dan terkesan tidak focus, tapi jadilah, ada juga pergerakan yang mengarah pembenahan.

Dan kini (bukan beralih potensi), sosok wisata pantai justru menjadi primadona masyarakat. Objek wisata pantai Pasie Tiku, sudah menjadi bagian dari hari-hari masyarakat, menikmati keindahan pantai, menghabiskan waktu bersama keluarga, bahkan menjadi lokasi strategis untuk berkumpul bersama handai tolan.

Pantai Pasie Tiku sudah ditata baik oleh masyarakat. Arahan pemerintahan nagari, parik paga dan unsur lain, sudah memperlihatkan kemajuan yang cukup signifikan setahun terakhir.

Komitmen pantai ku bersih pun, menjadi jargon utama yang didukung masyarakat.

Hanya saja, dukungan finansial khususnya sarana wisata yang notabone dari pemerintah masih belum terlihat utuh. Banyak hal yang didamba masyarakat, seperti penataan jalan masuk, penataan lokasi, ketersediaan sarana wisata lain untuk “membenamkan” betah masyarakat untuk bertahan di kawasan wisata pantai itu belum terlihat.

Pantai Pasie Tiku seakan menjadi potensi mimpi. Mimpi seperti pengolahan wisata daerah lain yang justru berada dibarisan belakang (dalam urutan waktu), seperti halnya pantai Pariaman, pantai Padang, Pesisir Selatan, atau mungkin destinasi wisata di propinsi lain yang mengumbar keunggulan. Padahal jika ditelisik betul, pantai Pasie Tiku tidak kalah unggul dibanding pantai-pantai. Karena pantai di sepanjang tepian laut, namanya juga sama, pantai. Memandang hamparan pantai Pasie Tiku, memang menjadi mimpi luar biasa.(***)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Alamat : Jl. SUDIRMAN, NO.02, PADANG BARU, LUBUK BASUNG, KABUPATEN AGAM

Telp (0752)76808, e-mail : redaksi.kaba12@gmail.com.

Copyright © 2018. Theme by KABA12.com. All right reserved

To Top