Catatan 12

Kopi Sangah..!!! Agam…LGBT..,Ondeh…

Catatan : Harmen

 Terkadang hal-hal “tabu” jika sengaja disembunyikan justru akan menjadi bom waktu yang setiap saat bisa meledak dengan daya ledak yang dahsyat. Termasuk hal-hal memalukan, yang sengaja “disurukan” tanpa ada solusi yang jelas, justru akan menjadi racun pembunuh paling mematikan, bahkan memalukan.

Termasuk hal tabu bertajuk LGBT yang beberapa hari terakhir menjadi pembincangan hangat tapi memilukan banyak elemen masyarakat. Media melansir, Sumbar menjadi salah satu daerah berbiak suburnya praktek LGBT dengan beragam penyebab dan latar belakang.

Bahkan, untuk angka-angka, jumlah LGBT di Sumbar cukup mencengangkan, dan cenderung naik dari tahun ke tahun.

Dari angka-angka yang dilansir salah satu lembaga itu, luar biasanya data LGBT justru paling banyak di wilayah Agam – Bukittinggi. Bahkan, dua tahun terakhir, angka itu melonjak tajam sampai 2 kali lipat, khususnya gay. Ini luar biasa dan memilukan. Memilukan dalam beragam aspek. Tapi itulah fakta yang tak bisa dipungkiri, termasuk fakta lapangan yang notabone-nya secara kasat mata sudah menjadi keseharian masyarakat.

Penulis sengaja tidak menyebut angka-angka, karena ada permintaan pada reporter kaba12.com dari pejabat berwenang, yang berharap, data dan sumber data tidak diketengahkan dari pemberitaan karena menyangkut hal-hal tabu.

Ini bisa dipahami, tapi penulis, justru memandang aneh jika masih ada “keberanian” untuk menyembunyikan data, karena masyarakat berhak tahu, tentang apa, mengapa dan bagaimana LGBT itu bisa berkembang.

Setidaknya, masyarakat yang tersentuh menyaksikan kondisi “memilukan” itu, bisa bersikap untuk bersama-sama mencari solusi, karena masalah itu, menurut penulis , harus dicarikan jalan keluar yang pas, bersama semua elemen masyarakat. Jika memang, komitmen “basamo mangko manjadi” bisa terus diketengahkan.

Tapi, tentu para penentu kebijakan di daerah ini, punya dalih dan kebijakan lain mengaku masalah LGBT ini. Tak hanya Agam, bahkan Pemprov Sumbar, Jumat,(11/1) menggelar pertemuan membahas masalah LGBT bersama seluruh daerah di Sumbar.

Bagi Sumatera Barat, apalagi kabupaten Agam, dengan visi misi Agam Madani, entah apa sebetulnya yang bisa disebutkan lagi untuk masalah LGBT yang semakin berani tampil ditengah masyarakat. Entah karena memang ini dampak kemajuan tekhnologi, entah memang ini jadi wadah menakutkan, entah memang ini persoalan yang harus dicarikan solusi bersama, dengan menampung beragam pendapat dari semua pihak, termasuk dari kaum LGBT itu sendiri, karena bercermin pada demokrasi dan kebersamaan yang entah berdalil apa.

Tapi sekali lagi, itu fakta. Dan tentu, masyarakat menunggu, sikap dan kebijakan apa yang diambil pemerintah, khususnya Pemkab Agam menyikapi semakin meningkatnya kelompok LGBT yang di daerah dengan visi madani ini, jelas bertentangan. Penulis dan kita, menanti langkah konkrit secara terbuka apa yang akan dilakukan. Semoga saja ada.(***)

1 Comment

1 Comment

  1. Dm

    11 Januari 2018 at 21:51

    Perlu bergerak bersama antara pemkab agam dgn masyarakat utk memberantas virus LGBT..kontrol salon2 bencong yg ada di agam, bin hanya menularkan virus LGBT, tpi juga merusak generasi muda dgn rokok elektrik..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Alamat : Jl. SUDIRMAN, NO.02, PADANG BARU, LUBUK BASUNG, KABUPATEN AGAM

Telp (0752)76808, e-mail : redaksi.kaba12@gmail.com.

Copyright © 2018. Theme by KABA12.com. All right reserved

To Top