Catatan 12

Kopi Sangah..!!! “ Menunggu Yang Bernas di 2018 ”

catatan : Harmen

Tahun 2018 baru sepekan. Dan dalam sepekan ini, cukup beragam “panas-dingin” yang mengemuka. Diawal tahun, bupati Agam H.Indra Catri sudah “mete-mete” soal laporan di media massa terkait hasil kerja jajaran Pemkab Agam sepanjang tahun 2017.

Dalam sepekan ini, juga keluar isu aka nada mutasi besar-besaran sebagai bagian dari evaluasi kerja 2017. Cukup banyak ciloteh yang terdengar di luaran, akan banyak pejabat yang pindah tempat, termasuk dinon-jobkan karena dinilai tak memberi kontribusi maksimal untuk kepentingan pembangunan daerah.

Bahkan, beberapa program strategis disebut akan dirobah, termasuk tim pelaksana lapangan yang dianggap tak cakap mengemban amanah. Termasuk beberapa rencana evaluasi yang secara bisik-bisik terdengar sampai ke public disebut-sebut akan menjadi target besar Agam 2018. Tapi, itu apakah benar.

Wajar juga,proyeksi dan rencana kerja menjadi angan-angan besar bagi semua kalangan dalam mengimplementasikan beragam visi-misi daerah yang menjadi janji kampanye pada masyarakat.

Hanya saja, masih banyak yang bertanya, akankah itu berbuah harap, karena selama ini, sudah cukup banyak ide, wacana, program termasuk proyeksi yang mengapung ke permukaan, justru tidak satupun yang “boneh”.

Seperti halnya program Agam Menyemai yang digadang-gadang menjadi kekuatan opini dalam mendorong pengembangan potensi alam kabupaten ini. Tak hanya ini, cikal Agam Menyemai, secara harfiah justru ditargetkan menjadi pondasi penting untuk kembali merajut kebersamaan ditengah masyarakat yang kini terimbas dampak kemajuan tekhnologi dan terpecah akibat pilkada.

Disaat Agam Menyemai gencar membagikan bibit pada masyarakat, bahkan seluruh OPD Pemkab Agam bersemangat ikut membagikan bibit, malah beberapa kantor camat dan nagari membangun kebun bibit dan semarak Agam Menyemai  menjalar pada masyarakat, muncul lagi ikon baru bertajuk Nagari Madani, yang juga harus dan wajib dijalankan setiap nagari bersama masyarakat.

Visi misi Agam, yang membungkus seluruh aktivitas masyarakat juga jelas dan nyata Agam Mandiri Berprestasi Yang Madani, dijabarkan lagi dengan Agam Berprestasi Berlandaskan Madani, program Save Maninjau, Palembayan Heritage dan beberapa program yang disebut jadi ikon daerah itu, justru membuat bingung masyarakat.

“ Ciek-ciek jadih, tapi boneh”. Itu ciloteh yang tak hanya mengemuka dalam masyarakat, tapi juga diantara para ASN yang ikut bingung. Bingung karena jabaran masing-masing program yang tak jelas dan cenderung mengambang, bingung karena pelaksana beragam program yang dibuat itu ke itu saja.

Jika Agam disebut kreatif, memang diakui. Hanya saja, yang dianggap sumringah saat ini, justru pembangunan gedung perkantoran yang konsisten setiap tahun, baik kantor camat, maupun gedung OPD baru yang kini menjulang di Lubukbasung. Tapi, untuk program lain, masih harus berkejaran dengan harapan banyak pihak.

Alangkah luar biasanya, seperti ciloteh yang penulis tanggap diluaran, masing-masing OPD Pemkab Agam, punya program “bernas” dan berwujud di lapangan, punya manfaat lebih untuk pengembangan potensi yang ada, serta mampu mendorong kemajuan secara utuh untuk daerah. Alangkah luar biasanya, jika apa yang dikerangka daerah bisa dirasakan berkiblat untuk memacu ekonomi masyarakat yang kini masih sulit. Semoga.

(***).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Alamat : Jl. SUDIRMAN, NO.02, PADANG BARU, LUBUK BASUNG, KABUPATEN AGAM

Telp (0752)76808, e-mail : redaksi.kaba12@gmail.com.

Copyright © 2018. Theme by KABA12.com. All right reserved

To Top