Kaba Terkini

BMKG Ingatkan Equinoks 23 September Berdampak Cuaca Ekstrem

Sumbar, KABA12.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Padangpariaman memberikan peringatan awal akan kembali terjadinya fenomena ekuinoks pada 23 September 2017 mendatang.

Kepala Seksi Obsevasi dan Informasi BMKG Padang Pariaman, Budi Iman Samiaji mengatakan, dampak secara kecuacaan diwilayah Sumatera Barat akan terjadi peningkatan penguapan, sehingga berdampak pada peningkatan potensi hujan diwilayah Sumbar.

“Pada bulan September ditanggal 22 September akan kembali fenomena ekuinoks atau garis edar matahari berada di ekuator, dampak secara kecuacaan diwilayah Sumatera Barat adalah peningkatan penguapan sehingga berdampak pada peningkatan potensi hujan diwilayah Sumatera Barat. Jika fenomena ini dibarengi dengan gangguan cuaca lainnya maka bisa berpotensi terjadinya cuaca ekstrem,” ujar Budi lewat pesan singkat Whatsaappnya yang diterima KABA12.com, Jumat (08/09) pagi.

Baca Juga:  Dinas Perhubungan Agam Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas

Ia menjelaskan, secara kecuacaan fenomena ekuinoks adalah dimana matahari berada tepat di khatulistiwa, dan Sumbar secara umum berada di khatulistiwa. Maka akan ada peningkatan penguapan diwilayah khatulistiwa.

Namun secara periodik, peristiwa Ekuinoks berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada 21 Maret dan 23 September 2017.

Baca Juga:  BAZNAS Agam Salurkan Zakat Konsumtif Lebaran Rp. 1,4 Milyar

“Justru ekuinoks malah suhu tidak terlalu tinggi, normal. Penguapan disini bukan berarti suhu jadi panas, karena dalam ilmu fisika ada namanya suhu penguapan yang tidak dirasakan oleh manusia. Penguapan ini merupakan bibit untuk awan-awan hujan,” jelasnya.

Kasi Obsevasi dan Informasi BMKG Padangpariaman, Budi Iman Samiaji menegaskan, potensi cuaca ekstrim yang terjadi berbarengan dengan ekuinoks jika ada gangguan cuaca lain.

Baca Juga:  Hadir di Bukittinggi, BTN Syariah Bantu Pemko Sejahterakan Masyarakat

Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk tidak khawatir terkait dampak ekuinoks, tetap menjaga metabolisme tubuh, meski ekuinoks tidak terlalu berpengaruh.

“Masyarakat tak perlu panik dan beraktivitas biasa, fenomena ekuinoks dominan cuaca yang terjadi hujan sedang dan lebat. H-3 akan terlihat cuacanya,” ulas Budi.

(Jaswit)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top