Hukum dan Kriminal

Kasus Penambang Ilegal Berlanjut, Polisi Tetapkan 2 Tersangka

Lubuk Basung, KABA12.com — Kasus ditangkapnya penambang illegal di Jorong Duku Bamban, Nagari IV Koto, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam,  Rabu, (09/08) sudah memasuki tahap penyidikan Polres Agam.

Kapolres Agam melalui KBO Reskrim Ipda Ardian R P STK mengatakan, saat ini pemeriksaan telah memasuki tahap pemeriksaan saksi dan menetapkan F (51) beserta HO (50) sebagai  tersangka.

“Penetapan tersangka HO (50) sesuai hasil penyidikan. Sementara A (48) dan PI (37) warga jorong Bamban yang  ikut diamankan saat penggerebekan ditetapkan sebagai saksi, karena  tidak memenuhi kriteria sebagai tersangka,” ujarnya saat dikonfirmasi KABA12.com Selasa, (15/08).

Baca Juga:  Akses Galapuang-Pandan Terputus BPBD Siagakan 2 Perahu Karet

Baca Juga : Tiga Penambang Ilegal Ditangkap. Bos Besar Menyerahkan Diri

KBO Reskrim Ipda Ardian R P STK  menjelaskan, untuk selanjutnya tahap penyidikan berlanjut ketingkat pemeriksaan saksi ahli, sesuai pasal 184 KUHP.

Dimana disebutkan bahwa, alat bukti yang sah adalah keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan terdakwa, “dalam sistem pembuktian hukum acara pidana yang menganut steelsel negatief wettelijk, hanya alat-alat bukti yang sah menurut undang-undang yang dapat dipergunakan untuk pembuktian,” ulasnya.

Baca Juga:  2020 Tilkam Rancang Berbagai Program Besar, Dari Sejuta Bibit Sampai Sirkuit Balap Motor

Ia menambahkan, sesuai agenda, Minggu besok pihak kepolisian akan memeriksa saksi ahli dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat, serta saksi ahli dari KMPT Agam.

Baca Juga:  Bedah Masalah Sosial, Ampek Nagari Gelar Rakor Maraton

Sementara, dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku kepada polisi sudah menjalankan bisnis tersebut selama 5 tahun, dan sudah berupaya mengurus surat izin namun belum keluar hingga saat sekarang ini.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal 158 UU no 4 Tahun 2009 tentang penambangan Minerba, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp. 1 milyar.

(Johan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top