Kaba Terkini

Kartunis Politik Ted Rall, Anggap “Menjilat Saudi” Sudah Tradisi Presiden Amerika

Saudi, KABA12.com — Presiden Amerika Donald Trump melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya ke Arab Saudi, Sabtu lalu. Lawatannya ke Arab Saudi di tenggarai karena penjualan senjata. Hal tersebut diungkapkan oleh penulis sekaligus wartawan investigasi Max Blumenthal dalam wawancara dengan laman Russia Today. Namun, Trump tidak akan menyinggung soal pelanggaran hak asasi yang dilakukan Saudi selama ini, meski Negeri Petro Dolar itu tercatat sebagai negara dengan catatan terburuk pelanggaran hak asasi.

Amerika Serikat dan Saudi sudah menjalin hubungan erat selama beberapa dekade. Itu pula yang menjadi dasar perjanjian kerja sama persenjataan militer senilai USD 350 miliar antara kedua negara selama sepuluh tahun dan sebanyak USD 110 miliar akan segera dikucurkan.

Sementara itu, Blumenthal menuturkan, Trump memang sudah piawai dalam urusan bisnis. Hal tersebut dikarenakan sebelum tiba di Saudi, Kushner meminta perusahaan teknologi pertahanan Lockheed Martin memberikan kerja sama senilai USD 100 miliar kepada Saudi. Apalagi, Saudi di mata Trump dan menantunya Jared Kushner adalah ladang bagi pundi-pundi uang mereka. Jadi hubungan antara Trump dengan Saudi sudah lebih jauh dari yang orang kira.

“Angka itu disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah dan persenjataan itu nantinya akan digunakan untuk membantai warga sipil di Yaman,” ujar Blumenthal, seperti dilansir laman Russia Today.

Selain itu, penjualan senjata ini jelas berhubungan dengan kawasan Timur Tengah yang selalu bergolak. Trump tidak akan mengangkat isu pelanggaran hak asasi di Saudi karena itu jelas bertentangan dengan perjanjian kerja sama senjata ini.

“Hubungan AS-Saudi selalu tidak jauh-jauh dari soal minyak. Saudi masih sebagai negara penghasil minyak terbesar di dunia, maka jelas ada hubungan dengan minyak dan penjualan senjata. Trump juga punya alasan bisnis pribadi dengan Saudi terkait hotel-hotelnya dan sebagainya.

Disisi lain, menurut kartunis politik Ted Rall, Trump bukanlah presiden AS pertama yang ‘menjilat Saudi’.

“Setiap presiden AS melakukannya: Demokrat, Republikan, Obama, George W Bush, Bill Clinton, mereka melakukannya sejak 1950-an. Tak ada yang baru. Ini hanya kelanjutan dari hubungan yang sudah terbangun lama. Di saat AS mengajari negara lain soal pelanggaran hak asasi, sementara Saudi adalah negara dengan catatan pelanggaran hak asasi terburuk di dunia,” ujar Rall.

(Dany)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });