Kaba Terkini

Duduk Terlalu Lama Bisa Bahayakan Jantung

Life, KABA12.com — Teknologi bisa membantu manusia memudahkan pekerjaan. Namun, segala keluasan ini membuat banyak orang malas bergerak dan lebih suka duduk lama-lama, padahal, kebiasan tersebut bisa berakibat fatal bagi kesehatan jantung.

Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine mengatakan, wanita usia pertengahan yang duduk lebih dari 11 jam setiap hari berisiko lebih besar terkena penyakit kardiovaskular – salah satunya penyakit jantung.

Diduga, hal tersebut terjadi karena duduk terlalu lama identik kurangnya aktivitas pada fisik.

Akibatnya lemak bisa tertimbun secara berlebihan sehingga menimbulkan risiko penyakit metabolik, menyebabkan tekanan darah tinggi, kolesterol tidak terkontrol dan diabetes.

Ketiga penyakit tersebut, bersamaan dengan obesitas, adalah faktor yang bisa mendapatkan serangan jantung.

Oleh karena itu, segera ubah kebiasaan duduk terlalu lama ini.

Apalagi jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kardiovaskular.

Istirahatlah dari posisi duduk jika merasa sudah terlalu lama duduk, atau jika sudah merasa pegal. Beberapa orang bahkan menggunakan standing desk saat bekerja di kantor atau rumah.

Saat meeting, tak ada salahnya untuk melakukannya sambil berdiri (tentunya ajak teman-teman lainnya) Siapa tahu, meeting sambil berdiri dapat membuat Anda dan kolega lebih produktif.

Selain itu, untuk mengurangi risiko serangan jantung, jalankan pola makan sehat dan olahraga teratur. Orang dewasa dianjurkan untuk melakukan aktivitas aerobik selama 30 menit per hari, lima hari dalam seminggu.

Aktivitas aerobik yang dimaksud dan bermanfaat untuk kesehatan jantung adalah jalan kaki, jogging, berenang, atau bersepeda.

Jika memang sangat sibuk, usahakan untuk tetap aktif bergerak apa pun kegiatan Anda. Misalnya, berjalanlah ke kantin untuk membeli makanan, jangan biasakan memesan makanan lewat telepon. Atau, hampiri rekan kerja ke mejanya untuk menyampaikan sesuatu daripada lewat WhatsApp.

Sumber:klikdokter

(Tim Liputan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });