Kaba Terkini

Buruh Illegal Asing Menjadi Sorotan Tajam May Day 2017

Jakarta, KABA12.com — Praktik kerja outsourcing, pemberangusan serikat buruh, sistem kerja kontrak yang tak berkesudahan, sistem jaminan sosial yang belum merata, sistem pengupahan yang selalu tidak mencukupi karena tingginya kebutuhan hidup masih menjadi isu yang diangkat kaum buruh setiap May Day. Isu tersebut tidak kunjung usai setelah 4 tahun belakangan, 1 Mei dijadikan hari libur nasional.

Namun, pada tahun 2017 ini, ada satu factor yang menjadi sorotan tajam kaum bruh. Hal tersebut tak ayal adalah keberadaan buruh illegal Asing yang berasal dari China. Hal tersebut lantaran ditemukannya beberapa pekerja asing di berbgai perusahaan yang digarap langsung oleh perusahaan China.

Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Dede Yusuf menyebut ada berbagai alasan menjamurnya pekerja ilegal asal China di Tanah Air, salah satunya aturan bebas visa. “Bebas visa menjadi faktor merangsang banyaknya orang asing yang masuk, termasuk dari China. Pemerintah harus memperbanyak fungsi pengawasan dan penjagaan yang ketat,” ujar Politikus Partai Demokrat ini seperti dikutip merdeka.com.

Menurut mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini, pekerja legal asal China diperkirakan mencapai 20 ribu. Namun yang ilegal alias tidak berizin ditaksir lebih banyak dari itu. Hal ini dikarenakan masuknya perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang mendapat proyek-proyek dari Pemerintah Indonesia. Akan tetapi mereka juga membawa tenaga kerja dari negaranya. “Jadi dalam ketika perusahaan dari China itu menang proyek mereka membawa tenaga kerja dari negaranya. Kenapa karena pengangguran di sana itu mencapai 5 persen. Jumlah penduduk mereka 1 miliar, 5 persennya itu 50 juta. Nah pengangguran sebanyak itu mau dikemanakan, akhirnya ketika ada proyek-proyek PMA, tenaga kerja mereka dibawa itulah yang terjadi di Indonesia,” terangnya.

Berdasarkan IMTA (Izin Mempekerjakan Tenaga Asing) yang dikeluarkan Direktorat Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing (PPTKA), Ditjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, jumlah tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia saat ini mengalami penurunan yang cukup besar dari tahun 2011 hingga 2013, yaitu dari 77.303 hingga menjadi hanya 68.957 TKA. Sementara, tahun 2013-2015 jumlah TKA cenderung stabil di angka 69 ribu.

Sedangkan, Jumlah rata-rata TKA di Indonesia per tahun 70 ribu atau 0,027 persen rata-rata TKA terhadap penduduk Indonesia. Jumlah ini sangat sedikit jika dibandingkan dengan angkatan kerja Indonesia yang mencapai 158 juta orang pada tahun 2016, atau 0,05 persen rata-rata terhadap angkatan kerja Indonesia. Data 30 Juni 2016, jumlah total tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia sebesar 43.816 ribu orang.

(Dany)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });