Kaba Terkini

Urgensi Amar Makruf Nahi Mungkar

Oleh : Rahman

“Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) penolong bagi sebagian yang lain, mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat danmereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs. At-Taubah [9]: 71).

Amar makruf nahi mungkar adalah poros yang agung dalam ajaran Islam, karena ajaran Islam akan tegak dengan amar makruf nahi mungkar. Islam mengajarkan dan menyuruh pemeluknya untuk melakukan perbuatan yang baik, dan juga mencegah pemeluknya untuk menjauhi perilaku yang keji dan mungkar yang bertentang dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.

Allah SWT berfirman, “Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang zalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (Qs. Al-Anfal [8]: 25).

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab shahih-nya dengan sanad Zainab binti Jahsy bahwa dia bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita akan binasa pada hal ditengah-tengah kita ada orang-orang yang shalih?” Rasulullah saw menjawab, “ Ya, apabila kemaksiatan telah merajalela.”

Selanjutnya, Rasulullah Muhammad Rasulullah SAW bersabda, “ Demi Zat yang diriku ada di tangan-Nya, hendaknya kamu menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar atau Allah akan menimpakan siksa kepadamu  kemudian kamu berdoa kepada-Nya, lalu tidak dikabulkan” (HR. At-Tirmidzi).

Jadi apabila suatu masyarakat mengabaikan amar makruf dan nahi mungkar serta tidak mencegah orang yang berbuat zalim dari kelakuannya, maka Allah akan menimpakan siksa kepada mereka dan tidak dikabulkan doa mereka.

Dalam hadist yang lain Rasulullah SAW juga bersabda, “Barang siapa melihat kemungkaran diantaramu, maka hendaklah mengubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, dan jika tidak bisa maka dengan hatinya, yang demikian itu (mengubah dengan hati) termasuk selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim).

Sesungguhnya yang paling buruk menimpa masayarakat adalah Zhalimnya para thaghut disertai takutnya rakyat terhadap mereka, sehingga tidak ada yang menyerukan kebenaran, dakwah, nasihat, amar makruf. Maka hancurlah mimbar-mimbar perbaikan, semakin surut nilai-nilai kekuatan dan kebaikan. Sementara kejahatan/kemungkaran dan para penyeru/pendukungnya semakin berani bertindak (muncul secara terang-terangan) secara terorganisir,  bahkan tak jarang mereka ‘diberi modal dan dipelihara’ oleh segelintir orang laksana ‘hewan pemburu’ yang bisa ‘disuruh dan dilepaskan’ kapan saja untuk kepentingan sesaat dan bahkan jangka panjang. Mereka berhasil membuka pasar-pasar kerusakan, melariskan ‘dagangan’-nya, tanpa ada yang berani mencegah dan menghentikannya. Jadi pantaslah Allah SWT mendatangkan azab kepada masyarakat dan lingkungan yang demikian.

Kondisi kekinian yang kita rasakan dikalangan masyarakat muslim, khususnya kaum muda (bahkan kaum terpelajar sekalipun), adanya persepsi bahwa berpegang teguh kepada nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam, adalah merupakan suatu kemunduran. Istiqamah dan teguh dalam pendirian justru dikatakan ‘kaku’ dan sebuah keterlambatan berfikir, sementara kemaksiatan dikatakan sebagai seni, kekufuran menjadi sebuah kebebasan, dekadensi moral dianggap bagian dari kemajuan.

Suara kebenaran mulai ‘meredup’, sementara teriakan kebatilan semakin menggelora memenuhi seantero negeri yang mengajak kepada perilaku kebinasaan, menggunakan berbagai metode dan strategi yang dikemas ‘seolah-olah baik’, memerintahkan untuk terus menyuarakan kemungkaran dengan sejuta dalih dan secara masif melarang dari yang makruf. Allah SWT menjelaskan dalam firman-Nya, “Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lainnya adalah sama, mereka menyuruh membuat yang mungkar dan melarang berbuat yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan Neraka Jahannam, mereka kekal didalamnya. Cukuplah Neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka mereka azab yang kekal.” (Qs. At-Taubah[9]: 67-68).

Sesuatu yang urgen, keharusan bagi setiap diri agar ber-amar makruf nahi mungkar terhadap berbagai hal dalam lingkungan sosialnya, mulai dari diri, lingkungan terkecil (keluarga), masyarakat dan seterusnya dalam skala yang lebih luas.

Jika dalam suatu lingkungan sosial masyarakat jika terjadi kemungkaran, tetapi dengan berbagai dalih dan alasan (diluar konteks syar’i) dibiarkan oleh orang-orang yang paham tentang itu, dan menganggap bukan urusannya, maka jika Allah Ta’ala menurunkan hukuman dan azab, yang dampaknya tidak saja dialami dan dirasakan oleh aktor kejahatan itu, tetapi juga berimbas pada lingkungan orang-orang disekitarnya.

Dan sebaliknya, jika orang-orang baik dan berkompeten dilingkungan sekitar, baik dalam konteks bermasyarakat maupun dalam konteks tatanan hukum positif dan perundang-undangan (aparat pemerintah) melakukan berbagai upaya baik pendekatan persuasif (prefentif) ataupun aksi “tindak tegas” sesuai konsep ‘amar ma’ruf nahi mungkar’, maka yang akan selamat tidak hanya pelaku kejahatan (kemungkaran) itu, tetap secara luas berdampak baik pada semua manusia dan lingkungan (alam) sekitarnya.

Semoga Allah Ta’ala selalu memberi kekuatan untuk melaksanakan amar makruf nahi mungkar, ketika dimana-mana kemaksiatan merajalela, umat semakin masa bodoh (dengan berbagai kemungkaran dan kemaksiatan), akhlak manusia semakin jauh dari konsep ilahiah, pemimpin yang lahir dikalangan masyarakat pun, kebanyakan ‘lemah kepemimpinannya’, mudah diintervensi oleh segelintir orang, takut memperjuangkan amar makruf nahi mungkar.

Dalam kondisi inilah diperlukan saling keterpaduan semua pihak, membanguan kembali identitas umat, yaitu umat yang terbaik yang Allah ciptakan, sebagaimana firman-Nya, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 110).    

Abu Bakar ra. berkata, “Saya mendengar Rasulullah SAW  bersabda, “ Sesungguhnya jika orang-orang yang berbuat zhalim lalu tidak mencegahnya, maka hampir saja menimpakan siksa secara menyeluruh kepada mereka” (HR. At-Tirmidzi).

Dari Abdullah bin Umar, aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Apabila kamu melihat umatku tidak mau mengatakan kepada yang berbuat zhalim diantara mereka, ‘Kamulah yang berbuat zhalim,’ maka mereka dibiarkan dalam kemaksiatan dalam keadaan hina. (HR. Ahmad).

Na’udzubillah! Kita semua berlindung kepada Allah dari keadaan yang demikian!

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });