Kaba Terkini

Pasta Gigi Dapat Memperparah Luka Bakar

Life, KABA12.com — Dalam kehidupan sehari hari,luka bakar sebenarnya sudah banyak di alami oleh manusia seperti waktu saat memasak, kulit melepuh karena tekena minyak panas, saat mengendara motor tidak sadar bahwa kaki tercium oleh kanalpot kendaraan. Luka akibat peristiwa tersebut sudah di katakan luka bakar.

Mitos yang beredar, jika terkena luka bakar langsung oleskan saja dengan pasta gigi. Pernah dengar? Lalu, mengapa kebiasaan itu muncul

Luka bakar biasanya memberikan rasa panas dan tidak nyaman. Sementara, pasta gigi memberi efek dingin pada luka bakar tersebut.

Itu memang benar. Tapi jangan salah paham dulu! Efek dingin dan rasa nyaman dari pasta gigi ini bersifat sementara.

Bahkan, kandungan pada pasta gigi seperti mentol, kalsium, dan pemutih justru dapat memperparah luka bakar. Pasta gigi juga dapat menghambat proses penyembuhan luka.

Selain itu, luka bakar dapat meluas akibat tertutup oleh pasta gigi. Panas dari luka bakar tersebut tidak dapat dilepaskan ke udara luar karena terhalang. Sehingga panas tersebut makin masuk ke dalam dan melebar ke jaringan sekitar.

Lantas, apa yang harus dilakukan saat terkena luka bakar? Guyurlah luka tersebut dengan air mengalir sekitar 15 menit atau sampai rasa panas hilang.

Cara ini dapat menurunkan suhu luka bakar, sehingga luka tidak meluas ke jaringan sekitarnya. Rasa dingin dari air mengalir juga dapat memberikan efek nyaman pada tubuh.

lalu Hindari juga mengompres luka bakar dengan es batu. Suhu yang sangat dingin dari es batu (0 sampai -4 oC) dapat mengakibatkan pembuluh darah mengecil. Aliran darah pun akan berkurang bahkan terhenti, sehingga luka jadi makin sulit untuk sembuh.

Jadi, tidak semua luka bakar dapat diobati sendiri. Tentunya jika luka bakar cukup luas dan parah, sebaiknya segera ke dokter. Ingat, jangan pernah mengoleskan pasta gigi atau bahan berbahaya lainnya.

sumber:klikdokter

(Tim Liputan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });