Agam

Masyarakat Agam Kembangkan Kerajinan Tradisional Secara Swadaya

IV Koto, KABA12.com — Belum sempurna rasanya jika jalan-jalan ke Provinsi Sumatera Barat jika tidak berkunjung ke Koto Gadang. Nagari yang di Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam ini selain terkenal sebagai nagari yang banyak memiliki tokoh-tokoh nasional, juga terkenal sebagai nagari penghasil kerajinan perak,  sulaman, renda dan bordir.

Di daerah ini, masyarakat setempat mengembangkan kerajinan tradisional secara swadaya. Ada yang langsung menjualnya di toko sendiri, dan ada yang menjualnya ke pengumpul kerajinan seperti di rumah yayasan kerajinan Amai Setia Koto Gadang.

Yayasan Amai Setia Koto Gadang didirikan oleh pahlawan emansipasi wanita dari Sumbar, Rohana Kudus tahun 1884-1972. Disini, para pengrajin  tradisional tersebut dibina hingga produk yang dihasilkan terjual dan memperoleh keuntungan.

“Ada 250 orang pengrajin dari beberapa kelompok kerajinan yang dibina Amai Setia, dimana pengrajin tersebut berasal dari tiga jorong yang ada di Koto Gadang. Semua kerajinan yang ada disini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat,” ujar Fitri salah seorang pengurus Yayasan Amai Setia Koto Gadang pada KABA12.com.

Dijelaskannya, ketiga jorong tersebut menghasilkan ciri khas kerajinan yang berbeda, “jorong Koto Gadang dan Subarang Tigo Jorong memproduksi sulam suji caia dan kapalo samek serta perak, sementara pengrajin di jorong Gantiang menghasilkan bordir,” sebutnya.

Hasil kerajinan yang ada di Yayasan Amai Setia sudah tidak diragukan lagi kualitasnya, karena barang-barang yang ada di rumah yayasan tersebut telah ternama hingga ke luar negeri.

“Pameran yang diikuti pengrajin kita sudah sampai ketingkat internasional, ada yang ke Belanda, dan China, jadi pada prinsipnya dari masyarakat untuk masyarakat. Jika ada produknya yang laris, keuntungan bisa diperoleh pengrajin, jika ada pameran para pengrajin langsung diikutkan, dan hasil laba dari Amai Setia juga didonasikan untuk pendidikan anak di daerah Koto Gadang,” jelasnya.

Selain menjual kerajinan perak, sulam, dan bordir yang merupakan karya masyarakat setempat, Yayasan Amai Setia juga menjual berbagai macam selendang, kain, jilbab, baju kurung, gamis hingga pakaian adat khas masyarakat Koto Gadang.

(Jaswit)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });