Kaba Terkini

Randai Lariang Sakato, Siti Rohani nan Memukau

Palupuah, KABA12.com — Group Randai Lariang Sakato, nagari Nan Tujuah, Palupuah makin eksis.
Selain makin banyak diminati warga, terutama kaum muda, group ini sudah banyak tampil di berbagai event penting daerah.

Apalagi dengan pola dan gaya sajian randai yang dipoles khusus dengan gaya tradisi modren membuat berjubel pengunjung setiap penampilan group ini.

Eksistensi group randai Lariang Sakato, seperti sejarah ringkas disampaikan
S.Y. DT. Batuah Ketua Group Randai Lariang Sakato randai salah satu permainan tradisional Minangkabau yang dimainkan secara khusus menyampaikan cerita dalam bentuk nyanyian secara bergantian.

Randai menggabungkan seni lagu , musik , tari , drama dan silat menjadi satu dipimpin satu orang yang biasa disebut tukang goreh ,  selain ikut bergerak dalam lingkaran juga tugasnya sebagai pengendali ritme randai  dengan teriakan khas untuk menentukan cepat atau lambatnya tempo dalam tiap gerakan.

Tujuannya agar tandai yang dimainkan terlihat rempak dan menarik serta indah dimata penonton.

Dijelaskan, dalam satu group randai memiliki tukang goreh lebih dari satu orang untuk mengantisipasi jika tukang goreh utama kelelahan karena untuk menuntaskan satu cerita randai bisa menghabiskan 1 hingga 5 jam.

Cerita randai biasanya diambil dari kenyataan hidup yang ada di tengah masyarakat. Fungsi randai sendiri adalah sebagai seni pertunjukan hiburan yang didalamnya berisi pesan dan nasihat.

Semua gerakan randai dituntun  aba-aba salah seorang di antaranya, yang disebut dengan janang.

Dalam sejarahnya randai adalah media untuk menyampaikan kaba atau cerita rakyat melalui gurindam atau syair yang didendangkan dan galombang (tari) yang bersumber dari gerakan-gerakan silat Minangkabau . Dalam perkembangannya, randai mengadopsi gaya penokohan dan dialog dalam sandiwara,” dan pola ini efektif dan cepat dicerna penonton,” terang S.Y. DT. Batuah.

Randai ini dimainkan oleh pemeran utama bertugas menyampaikan cerita.

Group Lariang Sakato  mengambil Cerita Randai Siti Rohani dengan jumlah anggota 25 orang, yang berdiri berpuluh tahun lalu dan hingga makin eksis dengan beragam jenis seni tradisi yang dikembangkan.

” Kami bangga karena mendapat perhatian dari nagari dan pemerintah sehingga group randai Lariang Sakato bertahan dan makin berkembang,” ulasnya.

(HARMEN/ HARRY)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });