Kaba Terkini

Makanan Organik Tak Selalu Hindarkan Alergi Pada Anak

Life, KABA12.com — Demi memberikan nutrisi terbaik untuk anaknya, banyak ibu muda yang rela merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan makanan atau bahan makanan organik.

Beberapa studi pada manusia menunjukkan hubungan antara menkonsumsi makanan organik dengan risiko alergi yang menyebabkan alergi pada bayi dan anak anak.

Kata organik saat ini memang sedang naik daun. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan proses suatu makanan yang diproduksi tanpa penggunaan zat kimia. Zat yang dimaksud termasuk penyubur sintetis dan pestisida, hormon, antibiotik, pemanis buatan, pengawet, pewarna dan perisa makanan, serta MSG.

Sebuah studi yang dilakukan pada 14.000 anak usia 5- 13 tahun di lima negara Eropa yang mengonsumsi makanan organik. Hasilnya, terdapat penurunan kemunculan gejala alergi pada anak- anak tersebut.

Sementara studi di Belanda menemukan bahwa hanya konsumsi produk susu organik yang berhubungan dengan turunnya risiko alergi pada anak di bawah 2 tahun. Hubungan ini tidak tampak pada konsumsi daging, buah, sayur dan telur organik.

Perhimpunan Dokter Spesialis Anak di Amerika (American Academy of Pediatrics/ AAP) pun telah menampik berbagai klaim yang menyatakan bahwa makanan organik dapat meningkatkan kualitas kesehatan. Begitu juga dengan klaim yang menyebutkan adanya penurunan risiko penyakit seseorang dalam jangka panjang.

Hingga saat ini memang belum ada bukti langsung pada manusia secara khusus meneliti topik ini. Oleh karena itu, Anda pun tidak perlu memaksakan diri untuk memberi anak Anda makanan organik sebagai bentuk pencegahan alergi.

Hal  tersebut harus penting anda lakukan untuk memenuhi keseimbangan dan kelengkapan  zat gizi anak. Mengonsumsi makanan organik tanpa memerhatikan kedua hal tersebut justru dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan anak.

sumber:klikdokter

(Tim Liputan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });