Kaba Terkini

NASEHAT

Oleh : Rahman Buya

buyaSalah satu tiang utama dan sendi pokok dalam Agama Islam adalah nasehat. Kata ‘nasehat’ meliputi seluruh makna dan pengertian yang tujuannya adalah untuk mendapatkan kebahagiaan bagi orang yang dinasehati. Dalam suatu hadits  dijelaskan, dari Abu Ruqayyah alias Tamim bin Aus Adhari ra bahwa Nabi s.a.w. bersabda, “Agama itu adalah merupakan nasehat”. Kami bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab: “Bagi Allah, bagi kita-Nya, bagi Rasul-Nya, bagi pemimpin-pemimpin kaum muslimin serta bagi segenap umumnya umat Islam.” [HR. Muslim no.55].

Tamim Ad Daari hanya meriwayatkan hadits ini, kata nasehat merupakan sebuah kata singkat penuh makna, maksudnya ialah segala hal yang baik. Sebaimana dijelaskan dalan Syarah Arbain Nawawi, bahwa dalam bahasa arab tidak ada kata lain yang pengertiannya setara dengan kata nasehat. Kalimat “Agama adalah Nasehat” maksudnya adala sebagai tiang dan penopang agama, sebagaimana dijelaskan Rasulullah, “Haji adalah Arafah”, mengandung pengertian bahwa ‘wukuf’ di Arafah adalah tiang dan bagian penting pelaksaan haji itu sendiri.

Khatabi dan ulama-ulama lainnya menjelaskan tentang penafsiran kata ‘nasehat’ dan berbagai cabangnya, yakni:

  1. Nasehat untuk Allah maksudnya beriman semata-mata kepada-Nya, menjauhkan diri dari syirik dan sikap ingkar terhadap sifat-sifat-Nya, memberikan kepada Allah sifat-sifat sempurna dan segala keagungan, mensucikan-Nya dari segala sifat kecurangan, mentaati-Nya, menjauhkan diri dari perbuatan dosa, mencintai dan membenci sesuatu semata-mata karena-Nya, ‘berjihad’ menghadapi orang-orang kafir, mengakui dan bersyukur atas segala nikmat-Nya, berlalu ikhlas dalam segala urusan, mengajak melakukan segala kebaikan, bersikap lemah lembut kepada sesama manusia. Khatabi berkata, “Secara prinsip, sifat-sifat baik tersebut, kebaikannya kembali kepada pelakunya sendiri, karena Allah tidak memerlukan kebaikan dari siapapun.”
  2. Nasehat untuk kitab-Nya, maksudnya beriman kepada firman-firman Allah dan diturunkan-Nya firman-firman itu kepada Rasul-Nya, mengakui bahwa itu semua tidak sama dengan perkataan manusia dan tidak pula dapat dibandingkan dengan perkataan siapapun, kemudian menghormati firman Allah, membacanya dengan sungguh-sungguh, melafazhkan dengan baik dengan sikap rendah hati dalam membacanya, menjaga dari takwilan orang-orang yang menyimpang, membenarkan segala isinya, mengikuti hukum-hukumnya, memahami berbagai macam ilmunya dan kalimat-kalimat perumpamaannya, mengambilnya sebagai pelajaran, merenungkan segala keajaibannya, mengamalkan dan menerima ada adanya tentang ayat-ayat mutasyabih,mengkaji ayat-ayat yang bersifat umum, mengajak manusia pada hal-hal sebagaimana tersebut di atas dan mengimani Kitabullah.
  3. Nasehat untuk Rasul-Nya,maksudnya membenarkan ajaran-ajarannya, mengimani semua yang dibawanya, menaati perintah dan larangannya, membelanya semasa hidup maupun setelah wafat, melawan para musuhnya, membela para pengikutnya, menghormati hak-haknya, memuliakannya, menghidupkan sunnahnya, mengikuti seruannya, menyebarluaskan tuntunannya, tidak menuduhnya melakukan hal yang tidak baik, menyebarluaskan ilmunya dan memahami segala arti dari ilmu-ilmunya dan mengajak manusia pada ajarannya, berlaku santun dalam mengajarkannya, mengagungkannya dan berlaku baik ketika membaca sunnah-sunnahnya, tidak membicarakan sesuatu yang tidak diketahui sunnahnya, memuliakan para pengikut sunnahnya, meniru akhlak dan kesopanannya, mencintai keluarganya, para sahabatnya, meningggalkan orang yang melakukan perkara bid’ah dan orang yang tidak mengakui salah satu sahabatnya dan lain sebagainya.
  4. Nasehat untuk para pemimpin umat Islam maksudnya menolong mereka dalam kebenaran, ‘menaati perintah’ mereka dan memperingatkan kesalahan mereka dengan lemah lembut, memberitahu mereka apa yang menjadi hak kaum muslim, tidak melawan mereka dengan senjata, mempersatukan hati umat untuk taat kepada mereka (tidak untuk maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya), dan makmum sholat dibelakang mereka, berjihat bersama mereka dan mendoakan mereka agar mendapatkan kebaikan.
  5. Nasehat untuk kaum muslimin maksudnya adalah memberikan bimbingan kepada mereka apa yang dapat memberikan kebaikan bagi mereka dalam urusan dunia dan akhirat, memberikan bantuan kepada mereka, menutub aib dan cacat mereka, menghindarkan diri dari hal-hal yang membahayakan dan mengusahakan kebaikan bagi mereka, menyuruh mereka berbuat ma’ruf dan mencegah mereka berbuat kemungkaran dengan sikap santun, ikhlas, dan kasih sayang kepada mereka, memuliakan yang tua dan menyayangi yang muda, memberikan nasehat yang baik kepada mereka, menjauhkan kebencian dan kedengkian, mencintai sesuatu yang menjadi hak mereka seperti mencintai sesuatu yang menjadi hak miliknya sendiri, tidak menyukai sesuatu yang tidak mereka sukai sebagaimana dia sendiri tidak menyukainya, melindungi harta dan kehormatan meraka dan sebagainya baik dengan ucapan maupun perbuatan serta menganjurkan kepada mereka menerapkan perilaku-perilaku  tersebut diatas. Wallahu a’lam.

Dijelaskan dalam Syarah Arbain Nawawi ke-7, bahwa memberi nasehat merupakan fardhu kifayah, jika telah ada yang melaksanakannya, maka yang lain terlepas dari kewajiban  ini. Hal yang merupakan keharusan yang dikerjakan sesuai kemampuan. Nasehat dalam bahasa arab artinya membersihkan atau memurnikan.

Dalam Hadits yang lain Rasulullah saw menjelaskan, “Tidaklah sempurna iman seseorang diatara kalian sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintainya  untuk dirinya sendiri.” [Sahih Al-Bukhari, Shahih Muslim]

Allah Ta’ala berfirman sebagai pemberitahuan tentang keadaan Nuh a.s, “Aku menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku dan pemberi nasehat yang terpecaya kepada kamu.” [QS. Al-A’raf (7): 68].

[Disarikan dari berbagai sumber].

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top