Agam

Harga Ayam Melejit, Pedagang Menjerit

Tiku, KABA12.com — Harga ayam potong di pasar Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, hingga saat ini masih tinggi. Kenaikan harga berkisar Rp 5.000,- per ekor.

Satu ekor ayam dengan  berat sekitar 1,5 kg dijual dengan harga Rp 45.000,- naik dari harga sebelumnya  Rp 40.000,-.

Kenaikan harga ayam tersebut membuat resah pedagang, karena mahalnya harga ayam potong membuat daya beli masyarakat berkurang sehingga omset pedagang menurun.

Baca Juga:  Jelang 30 Desember, Banyak Pihak Mulai Panik

Zulbaidah (50) salah seorang pedagang ayam potong mengeluhkan keadaan tersebut, “daya beli masyarakat saat ini berkurang, biasanya dalam sehari, rata-rata kami  bisa jual  60 ekor. Sekarang paling banyak hanya 20 ekor,” kata Zulbaidah kepada KABA12.com, Kamis (26/01).

Baca Juga:  Ikut Boarding Sub Manukfakture & Otomotif, 10 Alumni BLK Agam Ke BBPLK Bandung

Ibu enam anak itu  mengungkapkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di awal tahun 2017 menjadi faktor utama mahalnya harga ayam tersebut , ” ketika BBM naik, tidak hanya biaya transportasi,  semua harga akan ikut naik, disaat peternak  Payakumbuh menaikan harga, terpaksa kami menjual dengan harga mahal juga” ulasnya.

Baca Juga:  H-6 Lebaran Idul Fitri, Harga Cabai-Bawang di Agam Merangkak Naik

Dia berharap agar harga ayam bisa kembali stabil, sehingga para pedagang bisa kembali menjual dengan harga standard. “ Jika harga ayam turun, kami akan kembali menjual dengan harga semula, sehingga para pelanggan tidak merasa keberatan untuk membeli,” ujarnya

(Johan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Terkini

To Top