Olahraga

Motocross Modifikasi, Meraung Pecah Keheningan Rimba Lintau

Tanah Datar, KABA12.com— Ada yang beda jika anda menyempatkan diri berkunjung ke Jorong Sapta Marga, Nagari Tanjuang Bonai, kec. Lintau Buo Utara Kab.Tanah Datar diakhir pekan.

Suara raungan motor ber-CC tinggi dari yang ‘Ori’ Spesial Stage Engine (SSE), hingga yang hasil modifikasi sendiri, membelah keheningan pedalaman hutan Arena Cross Puncak Sago hasil swadaya anak nagari.

Menggunakan perangkat crosser seadanya, bahkan ada yang hanya menggunakan celana pensil alias celana denim ketat, aksi yang mereka perlihatkan tidak kalah seru dengan para profesional.

Walau terlihat berbahaya, namun kelincahan dan pengenalan medan yang mumpuni, mampu mereka peragakan dengan sangat baik.

“Awalnya arena ini kami buat hanya untuk mengisi waktu senggang usai bekerja di ladang,” ujar Sandi Sandria, 24 th, pemuda setempat saat berbincang dengan KABA12.com

“Kan waktu senggang yang tidak dimanfaatkan dengan baik, biasanya cenderung mengarah kepada hal-hal negatif seperti terlibat narkoba”, ungkapnya khawatir dengan target pengedar yang mulai menyasar Tanah Datar sebagai pangsa pasar potensial di Sumatera Barat.

“Bagi kami kegiatan ini merupakan wadah terbaik dalam mencari jati diri dan membentuk kepribadian,” ujarnya sambil berharap dukungan penuh dari pemerintah atas usaha swadaya yang telah mereka mulai.

“Harapan kami jelas agar tempat ini bisa menjadi tempat balap motor cross berijin dan bergengsi dibawah binaan pemerintah setempat,” pungkasnya

Dalam kesempatan terpisah Marwan Kadis Budparpora Tanah Datar saat dihubungi via telepon genggamnya Minggu (25/09), sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat setempat.

“Kami sangat mendukung event ini, kalau bisa akan diupayakan masuk dalam kalender tetap wisata kita,” ujarnya antusias.

“Coba dirancang jadwal tetapnya sehingga dapat kita tindaklanjuti,” pungkasnya sambil berpesan kepada pemuda Tanjuang Bonai agar merinci kegiatan dan mempresentasikannya di kantor Budparpora Tanah Datar secepatnya.

(Yansen)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top