Life

Mendidik Anak Secara Islam

Life, KABA12.com — Kita semua pasti tidak akan menyangkal bahwa keteladanan adalah metode yang paling efektif dalam pendidikan. Namun, perlu kita ingat juga bahwa keteladanan pun butuh penjelasan, butuh arahan, butuh pemahaman. Apalagi terhadap anak kecil amat penting bagi orang tua untuk menjelaskan alasan dari setiap tindakan.

Mengapa begini, mengapa harus begitu, dan lain sebagainya. Hanya saja, terkadang orang tua tidak cukup sabar untuk menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh putra-putri kecilnya. Pada akhirnya kondisi seperti ini amat memungkinkan mematikan rasa ingin tahu anak-anak kita yang begitu besarnya.

Suatu perbuatan baik, yang sudah dilakukan oleh orang tua, namun lupa untuk mentransformasikannya kepada anak-anak mereka. Orang tua akan lebih sering menjadi pemeran utama, sedangkan anak-anak, hanya figuran yang lambat laun tersisihkan perannya.

Bisa jadi atas dasar sayang, bisa jadi atas dasar tidak tega, bisa saja karena orang tua merasa masih kuat dan masih bisa. Misalnya, orang tua rajin shalat, tapi anaknya tak dibangunkan untuk shalat subuh, karena khawatir istirahat sang anak terganggu.

Tapi di sisi lain,lupa untuk mengajarkan anaknya, untuk bisa percaya diri bahkan sekadar menyambut tamu yang datang ke rumah. Seorang ibu yang jago masak dan menata rumah, namun tidak memberikan kesempatan pada anaknya untuk memiliki keterampilan yang sama.
Yang ada, sang ibu lebih memilih sibuk sendiri dari pada dibantu oleh anaknya, karena khawatir hasilnya tak sesuai dengan standar yang sang ibu punya sebab orang tua kadang menuntut kesempurnaan dari anaknya.

Bagi kita sebagai umat Islam, akan cenderung memilih islamic parenting. Sebab, bagaimana pun syariat Islam (yang ada pada Al-Qur’an, hadist/ sunnah, shiroh) itu adalah “induk” dari setiap ilmu. Ilmu masa kini hanyalah hasil pengembangannya. Inti dan awal dari islamic parenting sendiri adalah menanamkan AQIDAH kepada anak-anak kita. Buatlah anak-anak paham bahwa Allah segalanya. Bahkan cinta Allah itu lebih besar dari pada cinta orang tua kepada anaknya. Tanamkan rasa cinta dan rasa takut yang karenaNya.

Anak-anak itu butuh dididik serta diberikan pemahaman. Iman saja tidak bisa tiba-tiba diwariskan.. begitupun dengan kebaikan. Sebab, ada suatu proses yang harus dijalankan. Anak dari nabi Nuh atau anak nabi Luth, apakah mereka otomatis mewarisi keimanan ayahnya? Tidak! Namun, untuk kisah ini, para nabi tersebut bukan tidak bisa mendidik anak mereka, upaya maksimal pun telah dilakukan. Faktor penentu lainnya adalah dikarenakan anak para nabi tersebut telah dewasa, maka kisah ini masuk pada ranah “pilihan hidup”.

Menjadi orang tua yang baik (untuk diri sendiri) saja tidak cukup. Jadilah orang tua yang mampu mentransfer kebaikan itu kepada anak-anak kita, dengan mendidik mereka juga. Bila kebingungan bagaimana caranya, tandanya ilmu kita yang memang masih harus di up-grade.. Gali dan pelajari kembali ilmu tentang pengasuhan anak, PARENTING… agar keteladan kita tak tersia-sia dan menghasilkan jejak yang nyata.

Sumber : ummi.com

( M. Ikhsan )

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top