News Lokal

Bupati Tanah Datar Geram Oknum Photographer “Palak” Pengunjung Istano

Tanah Datar, Sumbar, KABA12.com — Publik Tanah Datar, dihebohkan dengan status seorang netizen dalam media sosial pada hari Sabtu (20/8) tentang adanya pemalakan dan ancaman yang dilakukan photografer Istano Basa Pagaruyung terhadap guide/photographer yang bernama Rasyid, Bupati Irdinansyah Tarmizi geram dan bertemu secara langsung dengan unit-unit usaha di Istano Basa Pagaruyung, Senin (22/8) kemaren.

UntitledBerawal dari status facebook Rahmat Aryal Hidayat yang berbunyi “Mohon konfirmasi Dinas pariwisata TANAH DATAR, kemaren adik saya memotret di komplek Istana Rajo Pagaruyuang tidak diperbolehkan oleh para fotographer setempat, salahnya dimana?? Sedangkan tamu yg dibawa adek saya dr Jakarta, bukan tamu yg di komplek tempat wisata yg di photonya, Malah adik saya sempat di ancam boleh memotret tapi harus bayar 800rb, kalau ga mau bayar nanti kluar bisa benjol…. Ini namanya pemerasan.. Ini kriminal.. Cc Mas Uda, bapak dewan Anton Yondra.

Saat tiba di Istano Pagaruyuang, Bupati menjelaskan, “Istano Basa Pagaruyung merupakan destinasi utama pariwisata di Sumatera Barat, kebanggaan masyarakat tidak hanya Tanah Datar juga Sumatera Barat, melalui perjuangan serta kerja keras semua pihak, Istano yang dulu hangus terbakar saat ini telah kembali berdiri kokoh,” tutur Irdinansyah didampingi Kadis Budparpora Marwan dan Kabag Humas Adriyanti Rustam.

Bupati meminta masyarakat yang berusaha di Istano, dapat menjaga kenyamanan dan memberi pelayanan terbaik kepada pengunjung. “Jika hal ini tidak dijaga, yang rugi tentunya Tanah Datar termasuk masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sini dengan turunnya kunjungan ke Tanah Datar khususnya Istano Basa Pagaruyung,” pesannya.

Berkaitan dengan keluhan tersebut, Bupati meminta tanggapan langsung kepada Firdaus, Ketua Persatuan Photografer Istano Basa Pagaruyung (PPIBP). Firdaus menyampaikan, photografer Istano Basa Pagaruyung yang tergabung ke dalam organisasi PPIBP terikat dalam AD/ART dan harus ditaati oleh seluruh anggota. Saat ini PPIBP memiliki anggota 90 orang photografer yang terbagi  ke dalam 2 shift tugas.

“Kita sudah komit untuk menegakkan aturan, bagi photographer yang melanggar aturan akan dikenakan sanksi sesuai kesalahannya dan ini telah kita terapkan. Photographer yang mengeluarkan kata-kata yang tidak menyenangkan bagi tamu dan ada saksinya akan diskor selama 2 bulan, yang bertengkar sesama photografer kena skor 1 bulan, bagi yang memaksa minta uang tips kena skor 1 bulan” ucap Firdaus didampingi beberapa rekan photografer lainnya.

Firdaus juga sampaikan, tidak ada larangan pihak tour membawa photografer khusus, “photografer dari luar diperkenankan mengambil gambar, kami tidak akan menghalang-halangi tetapi photografer Istano juga diberi kesempatan mengambil gambar pengunjung dengan catatan tidak ada paksaan mengambil hasil photo,” tegasnya.

Sementara, Rajo Bujang, penanggung jawab photographer pada saat kejadian menegaskan, bahwa tidak pernah terlontar dari photografer Istano meminta uang Rp. 800 ribu kepada yang bersangkutan sebagai izin untuk memotret dan kalau tidak diizinkan akan benjol.

“Saya tegaskan kembali bahwa tidak ada terlontar ucapan meminta uang Rp. 800 ribu, kalau tidak diberi akan bangkak-bangkak (benjol-red),” ulang Rajo Bujang.

Bupati Irdinansyah rencananya segera akan kembali menfasilitasi pertemuan dengan Rasyid serta photografer Istano agar persoalan ini bisa jelas, karena yang bersangkutan tidak menanggapi undangan pertemuan ini, terlebih hal ini menyangkut nama baik pariwisata Tanah Datar khususnya kunjungan ke Istano Basa Pagaruyung.

( Ysn )

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Terkini

To Top