Kaba Agam

16 Pemuda Nagari Duo Koto Ikuti Pelatihan Cabinet Making Dari BLK Payakumbuh

Duo Koto, KABA12.com — Sebanyak 16 pemuda Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam mengikuti pelatihan berbasis kompetensi program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktifitas jurusan Cabinet Making Mobile Training Unit (MCU).

Pelatihan dibidang pembuatan perabot ini diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumatera Barat melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Payakumbuh.

Walinagari Duo Koto Joni Safri mengatakan, pelatihan berbasis kompetensi ini merupakan bagian kegiatan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI dalam menyiapkan tenaga kerja yang berkompeten dan berdaya saing. Ia menyebut, pelatihan di bidang pembuatan perabot ini berlangsung selama 30 hari, terhitung sejak tanggal 2 Agustus 2021.

“Pelaksanaan pelatihan ini berlangsung selama 30 hari. Dimana Nagari Duo Koto mengerahkan 16 pemuda pemudinya yang berstatus putus sekolah dan belum mendapat pekerjaan atau masih menganggur,” ujar Walinagari Joni Safri kepada KABA12.com, Rabu (11/8).

Ia menyebutkan, kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di area gedung serbaguna Nagari Duo Koto yang masih dalam tahap pengerjaan pembangunan. Meskipun belum rampung seluruhnya, kata dia, area gedung tersebut dapat digunakan sebagai tempat pelatihan berbasis kompetensi itu.

Lebih lanjut dikatakan, pelatihan kejuruan Cabinet Making tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pemuda yang masih menganggur, sehingga mereka nantinya mampu mendapatkan peluang dalam mencari pekerjaan sesuai keahlian yang dimiliki.

“Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini peluang pekerjaan sangat sulit sekali. Nah, melalui pelatihan ini mereka akan mendapatkan kompetensi keahlian sehingga dapat menunjang dalam mencari pekerjaan,” imbuhnya.

Melalui kegiatan pelatihan ini, para pemuda yang masih menganggur diharapkan langsung mendapat pekerjaan sesuai dengan bidang kompetensi keahlian yang dimiliki.

“Selama pelaksanaan pelatihan secara gratis itu, para peserta juga mendapatkan pembinaan khusus dari instruktur, kemudian seragam pelatihan, hingga uang transportasi,” jelas Joni Safri.

(Bryan)

To Top