Lubukbasung,kaba12 — Dampak bencana hidrometeorologi yang cukup dahsyat meluluhlantakkan berbagai wilayah kecamatan di kabupaten Agam menyebabkan 11.625 jiwa warga harus diungsikan di berbagai tempat. Bahkan, saat ini tercatat sebanyak 21.523 warga terisolasi akibat wilayah pemukiman dan kawasan mereka tertutup tumpahan tanah longsor dan banjir bandang.
Tercatat sebanyak 26 titik jembatan rusak, baru 9 titik yang sudah berhasil diperbaiki walau dalam kondisi daerah, sangat banyak titik longsor yang menyebabkan akses ke perkampungan penduduk terisolasi.
Hingga Kamis, (4/12) beberapa kawasan yang dalam sepekan terakhir masih terisolasi, sudah berhasil dibuka, terutama ruas Maninjau-Matur, IV Koto-Matur, ruas Muko-Muko-Sungai Batang, kawasan Malalak, dan beberapa titik longsor lain, yang ditangani dengan maksimal secara bertahap oleh tim gabungan penanganan dampak bencana Kabupaten Agam dengan menggunakan beberapa alat berat.

Saat ini, ruas Maninjau-Sungai Batang masih diupayakan bisa ditembus dengan pembersihan material longsor, untuk mengakses wilayah Sungai Batang, hanya bisa menggunakan sampan, kapa ponton dan perahu. Demikian juga ruas Matur-Palembayan, yang masih belum terbuka, karena cukup banyaknya titik longsor, termasuk kawasan terdampak banjir bandang di Salareh Aia Utara, yang masih menutup akses ke berbagai nagari lain, terutama ke wilayah Palembayan Tengah, Nagari Sipinang, Nagari Data Buayan, Data Munti, sampai ke perbatasan Kecamatan Matur.

Menurut Roza Syafdienti, Kadinas Kominfo Agam, saat ini, tim gabungan berupaya maksimal secara bertahap membuka akses-akses jalan yang tertutup material longsor, untuk membuka jalur masuk ke berbagai kawasan terdampak. Bahkan dengan dukungan alat berat yang terus berdatangan, termasuk bantuan perantau Lubukbasung yang mengerahkan 3 alat berat, bantuan pemerintah propinsi dan pemerintah pusat, diupayakan berbagai kawasan yang masih tertutup akibat longsor bisa secepatnya terbuka.

Bahkan, secara khusus, peran dan dukungan masyarakat di berbagai kawasan terdampak yang sangat besar membantu proses penanganan sangat luar biasa, dengan bergotong-royong bersama, membersihkan material longsor, agar akses jalan ke kampung-kampung mereka bisa terbuka dan dilalui kendaraan.

“Kita optimis,sesuai instruksi Bupati Agam, seluruh akses yang tertutup akibat longsor dan banjir bandang bisa secepatnya bisa ditembus, sehingga penanganan lebih lain terhadap korban terdampak, baik distribusi bantuan,proses pemulihan dan upaya lain bisa dilakukan lebih maksimal, “ jelasnya.

Sementara dukungan pemerintah pusat sendiri terlihat masih menguat untuk penanganan dampak bencana di kabupaten Agam, dibuktikan dengan peninjauan langsung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama beberapa Menteri , perhatian besar anggota DPR RI Andre Rosiade, Ade Rizky Pratama dan beberapa anggota lain, termasuk gerak banyak berbagai lembaga yang ada untuk membantu warga terdampak, diyakini semangat untuk bangkit dari warga terdampak juga akan semakin besar.

Saat ini, selain proses pembukaan kawasan yang terisolasi longsor, focus penanganan dampak bencana diarahkan untuk proses pencarian para korban yang masih hilang di Salareh Aia Utara dan Malalak, proses pendistribusian logistic, penanganan kesehatan warga dan penyediaan air bersih.
(HARMEN)