Kaba Terkini

107 Tahun Amai Setia, Hasil Pemikiran Calon Pahlawan Nasional

Koto Gadang, KABA12.com — Tepat tanggal 11 Februari 2018, Yayasan Amai Setia Koto Gadang berusia 107 tahun. Selama usia yang tak muda itu hingga kini, Yayasan Amai Setia tetap eksis dalam berkarya di Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Agam. Untuk memperingatinya, dilaksanakan sejumlah kegiatan dan pameran yang dipusatkan di Koto Gadang, kecamatan IV Koto, Agam, Minggu (11/02).

Ketua Umum Yayasan Amai Setia, Rangkayo Zulfikar M. Syaiful Sulun memaparkan, berbicara Amai Setia, tak lepas dari nama besar Rohana Kudus. Tahun 11 Februari 1911 lalu, Rohana Kudus tokoh jurnalistik wanita pertama di Indonesia itu, mendirikan Kerajinan Amai Setia bersama tiga rekannya Rekni Puti dan Hadisah di Koto Gadang, kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam. Di lokasi tersebut pada awalnya diajarakan tulis baca, sopan santun pergaulan, keterampilan jahit menjahit, sulaman yang merupakan kerajinan turun temurun kaum perempuan dalam keluarga Koto Gadang.

“Yayasan Amai Setia didirikan atas jiwa kaum wanita dalam berjuang mencapai kemajuan. Tujuannya, meningkatkan derajat wanita Minangkabau, khususnya Koto Gadang, dengan memberi pelajaran menulis, membaca, berhitung, kerajinan tangan dan menjual hasil kerajinan itu. Inilah cikal bakal eksisnya kerajinan Amai Setia hingga saat ini. Hal ini juga tak lepas dari dukungan warga dan pemerintah, khususnya dekranasda,” paparnya.

Mewakili warga Koto Gadang, Rangkayo Zulfikar M. Syaiful Sulun berharap, tokoh Rohana Kudus dapat dijadikan Pahlawan Nasional. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat kiprahnya yang cukup besar mendidik masyarakat khususnya kaum perempuan dan di bidang jurnalistik dalam menerbitkan surat kabar Sunting Melayu.

Bupati Agam, melalui Sekda Agam, Martias Wanto DT. Maruhun mengungkapkan, sosok Rohana Kudus merupakan tokoh tak tergantikan.
Hingga kini namanya tetap harum, termasuk hasil kerja kerasnya Amai Setia, tetap hadir di tengah masyarakat hingga usia ke 107 tahun ini.

“Rohana Kudus, 90 persen hidupnya dikontribusikan untuk masyarakat, khususnya kaum perempuan. Semoga Amai Setia tetap eksis dan dapat mengembangkan keterampilan kepada generasi penerus di tengah era modern. Atas pengabdian tersebut, pemkab Agam pun akan siap mendorong dan memfasilitasi untuk menjadikan Rohana Kudus sebagai Pahlawan Nasional,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Sumbar, diwakili Istri Wkil Gubernur Sumbar, Ny. Wartawati Nasrul Abit mengapresiasi kehadiran Yayasan Amai Setia di Sumatera Barat hingga usianya ke 107 tahun. Pemprov Sumbar bangga dengan kehadiran Amai Setia sebagai yayasan pertama di Sumbar, khususnya di bidang kerajinan di Sumatera Barat.
Hasil kerajinan sulaman yang kini terkenal dengan nama selendang Koto Gadang, telah mendunia. Campur tangan Pemkab Agam tentu tak bisa dipinggirkan sebagai pihak yang turut membesarkan kerajinan di daerah Agam, terutama Amai Setia.

“Ilmu yang ditelurkan dari Yayasan Amai Setia yang notabene didirikan oleh Rohana Kudus, sudah banyak ditransfer kepada UKM di seluruh Sumbar. Walaupun dibuat di daerah luar, namun nama Koto Gadang tetap melekat pada hasil kerajinan selendang itu. Begitu juga dengan kerajinan lain seperti perak yang hasilnyan pun tak kalah dengan daerah lain. Semoga keduanya tetap dapat dilestarikan kedepannya,” ujarnya.

Terkait usulan menjadikan Rohana Kudus sebagai pahlawan nasional, pemerintah provinsi Sumatera Barat juga tengah mengupayakan hal itu. “Semoga tahun ini hal tersebut dapat terwujud. Nama Rohana Kudus akan menjadi prioritas utama. Mohon bantuan dan doa juga kepada seluruh keluarga,” ulas Ny. Wartawati.

(Virgo/*)

To Top