Cerpen Archive

Tak Berbanding

Oleh : SHO **** Esok harinya saat aku sedang tidur dimeja, tidak biasanya ada seseorang yang menepuk pundakku dengan maksud membangunkan. Jadi aku memberikan tatapan tersangarku padanya, dan apa yang kulihat? Si ketua kelas yang tersenyum lebar (?). “Apa? Kita saling kenal ya?” lalu

Tak Berbanding

Oleh : SHO Teman. Apa itu? Aku tidak kenal. Sejenis makanan? Sejenis manusia? He, manusia saja tidak mengenalku, apalagi aku mengenal mereka. Mana ada orang yang mau kenalan dengan manusia berantakan, apalagi cewek, yang ada malah orang makin illfeel. Cewekkan seharusnya rapi, kesekolah nggak

Guarantor

Oleh : SHO Tiit..tiit..tiit Aku menegerjap-ngerjapkan mata, ada bunyi ‘tiit’ di telinga sebelah kananku dan sepertinya ada yang memasang infus di tangan kananku. Aku mengerjapkan mata lagi. Tidak ada orang? “Khm,” Ryuzaki?. “Hey, Hikaru.” Aku mencoba duduk. Ryuzaki berdiri disamping ranjang dengan senyum lebar

Guarantor

Oleh : SHO “Apa-apaan maksudnya tadi? Ryuzaki? Kau memalsukan namamu, ya?” Desakku saat kami dalam perjalanan pulang, kepalaku benar-benar akan pecah karena kebingungan ini. “Aku hanya menepati janji lamaku. Bukankah kau pernah berharap menemukan saudaramu?” “Saudara? Apa maksudmu? Kau sendiri tahu aku anak tunggal

Guarantor

Oleh : SHO ….At Central Hospital Astaga, benar dugaanku. Dia bakalan kesini untuk mengobati bibirnya yang miring tadi ya? Tapi, kenapa harus kesini?! “Heh..aku tahu kau lagi sakit dan memang seharusnya orang sakit itu kerumah sakit. Tapi, kau tahu sendiri aku benci rumah sakit!”

Guarantor

Oleh : SHO “Sano? Ikut tidak?” “Ah, tidak. Pergi saja sendiri, aku masih sibuk.” Seraya melirik semua buku, kertas dan artikel yang melimpah ruah dimejaku, bahkan intensitasnya melebihi kapasitas meja hingga terjatuh. “Ya sudah, tunggu ya, aku tidak akan lama kok. Daah…” Aku hanya
error: Content is protected !!