Catatan 12

Anak Disabilitas dan Pendidikan

Oleh : Ria Deviana (Mahasiswi Universitas Binawan)

Proses pendidikan adalah sebuah pintu pembuka untuk memasuki gerbang kemajuan kualitas sumber daya manusia sebuah bangsa. Pendidikan di Indonesia saat ini seperti seorang atlet pelari yang berlari mengejar ketertinggalan dari pelari- pelari yang lain.

Dalam proses ini, banyak masalah pendidikan yang terjadi. Secara garis besar masalah pendidikan di Indonesia terletak pada tiga hal, yaitu input, proses, dan output.

Siswa merupakan subyek penting dalam proses belajar-mengajar di sekolah. Sedangkan guru adalah salah satu sumber belajar yang secara langsung berhadapan dengan siswa dalam proses tersebut.

Dalam kaitan tersebut, maka guru perlu senantiasa melakukan up grading terus menerus termasuk dalam hal mendapatkan metode, pendekatan, atau cara yang tepat dalam pembelajaran, karena hanya dengan cara yang tepat maka tujuan dan hasil belajar mengajar dapat diwujudkan.

Dalam Pembukaan Undang- Undang Dasar 1945 dan diperjelas pada pasal 31 baik sebelum maupun sesudah amandemen. Negara Indonesia menjamin bahwa setiap warga negara berhak dan wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya tanpa diskriminasi.

Penyelenggaraan pendidikan secara umum dapat diakses oleh semua warga negara Indonesia. Namun demikian, masih terdapat warga negara Indonesia yang belum dapat memperoleh kesempatan untuk mengikuti pendidikan secara layak, khususnya mereka yang masuk dalam kategori anak berkebutuhan khusus.

Dalam sistem pendidikan Indonesia, diatur bahwa bagi warga negara yang mempunyai kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial termasuk warga negara di daerah terpencil atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil berhak memperoleh pendidikan khusus.

Disisi lain, praktik penegakan hukum dibidang pendidikan di Indonesia masih mencerminkan ketidakadilan antara penyandang disabilitas dan non disabilitas.

Penyandang disabilitas masih mendapatkan perlakuan yang tidak adil di dunia pendidikan, seperti masih banyaknya penolakan terhadap penyandang disabilitas, kurangnya infrastruktur sekolah yang memadai, kurangnya tenaga pengajar khusus, dan juga stigma masyarakat terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Menurut data Biro Pusat Statistik (BPS) 2018 mencatat, saat ini baru 5,48% dari 1,6 juta anak berkebutuhan khusus yang mendapatkan layanan pendidikan inklusi. Persentase penduduk usia 5 tahun keatas.

Sedangkan menurut analisis unicef 47% anak penyandang disabilitas tinggal di wilayah pedesaan dan 53% tinggal di wilayah perkotaan, perlu digaris besar bahwa 1/2 anak penyandang disabilitas 40% berasal dari rumah tangga termiskin. Dari 5,48% tersebut mereka tersebar di 2.212 sekolah khusus penyandang disabilitas yaitu terdiri dari 180 sekolah dasar, 101 sekolah menengah pertama, 70 sekolah menengah keatas, dan selebihnya 1.861 yaitu sekolah SLB (sekolah luar biasa).

Masih terbatasnya pendidikan khusus bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) secara langsung berimbas pada kesiapan SDM penyandang disabilitas yang siap bekerja dan dipekerjakan oleh dunia professional.

Penanganan sumber daya manusia (SDM) penyandang disabilitas masih menjadi isu besar bagi dunia pendidikan dan profesional Indonesia meski pemerintah telah mendorong secara aktif inklusivitas bagi penyandang disabilitas melalui UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan berbagai kebijakan lainnya.

Berdasarkan gambaran diatas bahwa masih banyak permasalahan akses pendidikan yang kurang merata bagi penyandang disabilitas, sehingga memicu tim penyusun program kreatifitas mahasiswa gagasan futuristik konstruktif untuk mengembangkan ide kreatifitas dan menuangkannya kedalam ebuah karya video.

Video tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pemerintah atau stakeholder dalam pengambilan keputusan pada penyusunan kebijakan, sehingga pendidikan inklusi yang merata daat dirasakan oleh penyandang disabilitas. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

To Top