Bukittinggi

Wako Kunjungi Kampung Tageh Pakan Labuah

Bukittinggi, KABA12.com — WaliKota Bukittinggi Erman Safar didampingi Plt.Asisten Adm.Umum Melwizardi dan Benny Yusrial anggota DPRD Bukittinggi dari Partai Gerindra mengunjungi Kampung Tageh Kelurahan Pakan Labuah yang tengah mempersiapkan rumah isolasi bagi warganya yang terpapar Covid-19 dan sekaligus mengecek kesiapan kelurahan tersebut dalam pelacakan dan pemantauan Covid-19, Rabu (09/06).

Kedatangan Walikota tersebut terlihat disambut oleh Camat Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) Hendri, Kanit Binmas Polsek Hamrizal, Lurah Pakan Labuah Suhaimi, Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta Satgas Penanganan Covid Kel.Pakan Labuah.

Walikota Bukittinggi Erman Safar mengapresiasi adanya rumah Isolasi yang diprakarsai oleh Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kelurahan Pakan Labuah dan sekaligus memberikan arahan kepada tim untuk memastikan penerapan protokol kesehatan dijalankan oleh warga, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan air sabun dan menjaga jarak fisik.

Baca Juga:  PEDAGANG PASAR ATAS UPACARA BENDERA di OBJEK WISATA JAM GADANG

“Saat ini pandemi covid-19 belum lagi usai dan kita belum tahu kapan berakhirnya, agar tingkat penyebarannya tidak semakin parah untuk itu dihimbau kepada masyarakat untuk tetap berada dirumah dan menerapkan protokol isolasi mandiri, terutama bagi yang mengalami gejala Covid-19. Dengan adanya rumah isolasi ini tentu akan sangat bermanfaat sekali dalam memutus rantai penyebaran covid-19, karena mereka yang terpapar Covid akan terpantau dan diawasi oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas nantinya, untuk kesiapan sarana dan prasarananya agar dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan,” Ujar Walikota.

Baca Juga:  Teler Berat, Rahmat Tewas di Gedung Parkir

Kemudian Walikota juga meminta lurah dan tim satgas kelurahan agar memastikan warga untuk selalu memakai masker pada semua kegiatan diluar rumah, mencuci tangan serta menjaga jarak fisik.

Sementara itu, Camat ABTB Hendri mengatakan, rumah isolasi ini dinamakan dengan Rumah Sehat agar namanya tidak terkesan menakutkan bagi masyarakat dan rumah sehat ini memanfaatkan eks.Puskesmas Tigo Baleh yang lama.

“Sesuai dengan arahan Mendagri bahwa disetiap kelurahan harus ada rumah isolasi, agar namanya tidak terkesan menakutkan maka forkompimcam sepakat menamakan dengan rumah sehat, karena masyarakat kalau diisolasi mandiri dirumah masing – masing sering tidak disiplin, rumah sehat ini untuk 4 kelurahan di nagari Tigo Baleh,” kata camat Hendri.

Baca Juga:  Usai Lebaran, Angka Pernikahan Meningkat

Senada dengan Camat ABTB, Kanit Binmas Polsek Kota Bukittinggi Hamrizal mengatakan bahwa Polsek Kota dalam pengendalian covid ini sangat intens, namun tingkat disiplin masyarakat masih sangat kurang, dengan adanya memanfaatkan bangunan eks. puskesmas sebagai rumah isolasi bagi yang terpapar covid akan sangat bermanfaat untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Untuk memutus rantai penyebaran covid, agar yang terpapar bisa lebih disiplin kita sangat mendukung adanya rumah sehat sebagai tempat isolasi, untuk nagari tigo baleh dengan memanfaatkan bangunan masyarakat yang tidak berfungsi salah satunya bekas Puskesmas, dan tentunya ini kita dudukkan dengan ninik mamak,” ungkapnya.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top