Kaba Terkini

Pemuda Pasar Raba’a Panen Raya Ikan Larangan

Pasar Raba’a, kaba12.com — Puluhan pemuda dan masyarakat yang terhimpun dalam organisasi kepemudaan Tuah Sakato, Jorong Pasar Raba’a, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam menggelar panen raya ikan larangan yang ada di sepanjang aliran sungai di wilayah itu, Kamis (10/6).

Kegiatan panen raya ikan larangan tersebut merupakan salah satu tradisi anak nagari yang masih dilestarikan.

Pantauan kaba12.com dilokasi, sejumlah masyarakat terlihat turun ke sungai untuk menangkap ikan secara beramai-ramai. Mereka menangkap ikan menggunakan alat penangkap sederhana seperti jaring, bahkan dengan tangan kosong.

Baca Juga:  Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Meningkat Tajam, Total Terkonfirmasi 1.165-Sembuh 932 Orang

Adi Saputra salah seorang tokoh pemuda setempat menuturkan, kegiatan panen raya ikan larangan ini sudah lama direncanakan. Ia menyebut, panen raya juga dinilai dapat meningkatkan solidaritas dan silaturahmi antar sesama.

“Sekarang sudah saatnya ikan yang ada di sepanjang aliran sungai di Jorong Pasar Raba’a ini dipanen. Setelah sebelumnya ribuan bibit ikan ditebar pada bulan September tahun 2020 lalu,” kata Adi Saputra kepada kaba12.com.

Baca Juga:  Pemkab Agam-BPN Teken MoU

Ia menambahkan, ikan yang berhasil ditangkap akan dikumpulkan kemudian dijual kepada beberapa tauke (pengepul-red). Ikan yang ditangkap itu didominasi berjenis nila dan mas.

“Ikan yang didapat dari hasil panen raya ini kita jual ke tauke, dan uang nya kita kumpulkan. Nanti kita akan musyawarahkan kembali untuk membahas penggunaan uang dari hasil panen raya,” ujarnya.

Adi menyebutkan, aliran sungai yang ada di wilayah Jorong tersebut akan kembali ditebar benih ikan dalam rangka penambahan stok di dalam sungai.

Baca Juga:  Warga Tiku V Jorong Bereaksi, Eksekusi Ditunda

“Restocking tetap kita lakukan agar ikan yang ada di dalam sungai terus bertambah, sehingga panen raya ini bisa digelar kembali pada tahun depan,” jelasnya.

Disisi lain, ia juga menghimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai guna menghindari pencemaran lingkungan serta bencana alam seperti banjir.

“Kita ingatkan kepada seluruh masyarakat agar tidak membuang sampah ke sepanjang aliran sungai, karena hal itu akan berdampak pada pencemaran lingkungan,” katanya.

(Bryan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top