Kaba Terkini

Pengakuan Sopir Bus “Nyangkut” di Kelok 14, Iyan : Saya Tak Ada Hubungan Dengan PT.Sembodo

Lubukbasung, kaba12.com — Iyan, (31), sopir bus pariwisata bermerk dinding Grasias Trans dengan nomor polisi D 7644 AS yang tersangkut di kelok 14, karena ekstremnya jalur kelok 44 itu, membantah pernyataan yang menyebutkan, dirinya merupakan sopir bus bantuan dari PT.Sembodo ke Lubukbasung.

Ditegaskan, dia sengaja ke Lubukbasung, justru ingin bersilaturrahmi dengan rekannya sesama sopir bernama Feri di Lubukbasung, sekaligus akan meminta bantuan karena dia sedang mengalami kesulitan, karena lama tidak mendapatkan penumpang dan tertahan di Pulau Punjuang, kabupaten Sijunjuang, “ Saya sopir bus pariwisata Grasias Trans, tidak ada hubungan dengan PT.Sembodo, “tegasnya.

Klarifikasi itu sengaja dilakukan Iyan kepada kaba12.com, bersama perwakilan PT.Sembodo di Lubukbasung, karena sebelumnya ada pernyataan dari pihak berkepentingan, bahwa pihaknya sengaja diperintah ke Lubukbasung, sebagai bus bantuan dari PT.Sembodo.

Baca Juga:  Keindahan Miniatur Makkah di Lubuk Minturun

Dijelaskan Iyan, pihaknya perlu mengklarifikasi hal itu, karena tidak menginginkan ada pihak lain yang dirugikan, khususnya jajaran PT.Sembodo, terkait dengan musibah yang dialaminya, karena busnya tersangkut di kelok 14, kawasan kelok 44, karena Iyan mengaku tidak mengetahui, jalur tikungan kelok-kelok yang terkenal di dunia itu, cukup ekstrem dan sulit dilalui.

Diakui warga Pesisir Tengah Lampung Barat, propinsi Lampung itu, dirinya sengaja ke Lubukbasung untuk bersilaturrahmi dengan sesama rekan sopir yang dikenalnya di Lubukbasung, untuk meminta bantuan, karena dananya sudah sangat tipis, setelah cukup lama berada di Pulau Punjuang, Sijunjuang, sementara penumpang yang akan dibawanya tidak ada.

Baca Juga:  Livestock Expo 2018 Agam Raih Beragam Gelar Juara

“Biaya makan dan BBM sudah semakin tipis, sementara di Sumbar ini,saya hanya mengenal teman saya di Lubukbasung. Saya ke Lubukbasung rencana meminta bantuan, “ ungkapnya dengan nada pelan.

Diakuinya, dia tidak pernah melewati jalur kelok 44,sehingga dia sebelumnya tidak mengetahui jalur jalan yang akan dilewatinya sangat sulit dan berbahaya. “ Saya tak pernah melewati kelok 44, saya hanya berpedoman pada google map, dan diarahkan ke jalur kelok 44. Angkat tangan saya pak, ndak sanggup saya melewati kelok 44 ini, “ ungkapnya melalui beberapa rekan sopirnya di Lubukbasung, Sabtu,(5/6) dini hari.

Iyan justru berharap, dengan musibah yang dialaminya, tidak merugikan pihak lain yang tidak ada sangkut-pautnya dengan masalah tersebut.“ Saya mohon maaf pada masyarakat Sumbar, akibat ketidak-tahuan saya akan kondisi jalan, membuat masyarakat dirugikan. Termasuk kepada pihak PT.Sembodo yang sempat disebut-sebut. Saya sama sekali tidak ada kaitan dengan PT.Sembodo, “ tegas Iyan mengulang.

Baca Juga:  Razia Kembali Digiatkan, Satu Warkel Digrebek

Sementara bus pariwisata yang tersangkut di jalur ekstrim Kelok 44 di tikungan Kelok 14, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Aga yang Jumat sore berhasil di evakuasi pada Jum’at (4/6),saat ini bus bermesin Hino tipe RK8 R260 itu diparkirkan dekat Kelok 13.

Pihak Polres Agam sendiri, berencana akan membawa kendaraan besar bernomor polisi D 7644 AS tersebut ke Mako Polres Agam di Lubukbasung untuk diamankan.

HARMEN/BRIAN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top