Kaba Pemko Bukittinggi

283 CJH Bukittinggi Kembali Batal Berangkat Haji

Bukittinggi, KABA12.com — Mentri Agama RI, telah memutuskan untuk kembali tidak memberangkatkan Calon Jemaah Haji (CJH) di tahun 2021 ini. Hal tersebut didasari dengan masalah covid-19 dan juga beberapa informasi beredar hal ini juga ditenggarai karena persoalan jenis vaksin.

Dengan keputusan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi melalui Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Bukittinggi, Tri Andriani Djusair meminta 283 orang calon Jama’ah haji asal Kota Bukittinggi untuk bersabar.

“Pemerintah melalui Kementerian Agama kembali memutuskan tidak memberangkatkan calon Jama’ah haji pada musim haji 2021 Masehi/1442 Hijriah ini karena alasan keselamatan terkait pandemi COVID-19. Sesuai dengan keputusan Menteri Agama nomor 660/2021 tentang pembatalan kembali keberangkatan haji tahun ini, kita minta kepada seluruh calon jamaah untuk berlapang dada menerima keputusan ini,” ujar Tri Andriani.

Baca Juga:  Walikota Kesal Proyek Lamban

Ia juga menyampaikan bahwa Kementerian Agama Kota Bukittinggi telah mensosialisasikan keputusan batalnya pemberangkatan haji kepada seluruh calon jamaah melalui media sosial dan konsultasi langsung. Beberapa jamaah juga mendatangi kantor Kemenag untuk memastikan dan konsultasi secara pribadi yang dilayani oleh petugas. Ia mengakui banyak jamaah kecewa, namun tetap berharap jamaah calon haji tetap menerima keputusan dengan baik.

“Tidak saja jamaah yang kecewa, kita semua juga merasakannya, kita meyakini keputusan inilah yang terbaik demi keselamatan dan keselamatan jamaah,” ujarnya.

Baca Juga:  M. Nur Idris, Bukittinggi Perlu Pemekaran Kecamatan

Kemenag Kota Bukittinggi sebelumnya telah mempersiapkan keberangkatan haji seperti memberikan bimbingan manasik haji, persiapan dokumen jamaah, kesehatan jamaah dan lainnya.Kemenag Kota Bukittinggi juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak begitu saja percaya dengan informasi bohong atau hoax tentang ibadah haji.

“Jangan sampai berita yang simpang siur tentang pembatalan keberangkatan haji ini merusak ikhlasan dan kesabaran kita. InsyaAllah keikhlasan dan kesabaran jamaah akan berbuah kesempatan untuk menunaikan ibadah haji di tahun depan. Informasi yg beredar adanya sebelas negara yang diizinkan melakukan akses penerbangan ke Saudi, itu hanyalah kegiatan penerbangan kedinasan atau lainnya dan bukan terkait dengan kegiatan ibadah haji,” kata Tri Andani.

Baca Juga:  Pemko Bukittinggi Jaga Stabilitas Harga Jelang Puasa

Selain itu, juga disampaikan, Pemerintah Indonesia melalu Menteri Agama juga menegaskan dana haji jamaah Indonesia tetap aman dan tidak digunakan untuk biaya pembangunan.

“Setoran pelunasan biaya perjalanan ibadah haji dapat diminta kembali oleh jemaah haji yang bersangkutan, jadi uang jemaah aman, dana haji aman, Indonesia juga tidak punya utang atau tagihan yang belum dibayar terkait haji, Info soal tagihan yang belum dibayar itu hoaks,” kata Menag Yaqut.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top