Kaba Terkini

Polisi Bakal Tahan Bus Pariwisata Yang “Nyangkut” di Kelok 44

Maninjau, kaba12.com — Bus pariwisata yang tersangkut di jalur ekstrim Kelok 44 persisnya di tikungan Kelok 14, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam sudah berhasil di evakuasi pada Jum’at (4/6) siang sekitar pukul 13.00 WIB. Saat ini bus bermesin Hino tipe RK8 R260 itu diparkirkan di tempat lapang tepatnya di dekat Kelok 13.

Pihak kepolisian juga akan membawa kendaraan besar bernomor polisi D 7644 AS tersebut ke Mako Polres Agam di Lubukbasung untuk diamankan.

KBO Satlantas Polres Agam Iptu Aru Alrianda mengatakan, pihaknya sudah mengamankan kunci beserta surat-surat kendaraan tersebut. Ia menyebut, kendaraan bus akan dibawa ke Polres Agam untuk ditahan sekaligus akomodasi pertanggung -jawaban dari pihak perusahaan atau operator bus.

Baca Juga:  Komisi II DPRD Agam Kunjungi Bank Nagari Syariah

“Bus akan kita bawa ke kantor Satlantas Polres Agam serta memanggil pihak perusahaan untuk dimintai pertanggung -jawaban dan keterangan lebih lanjut,” kata Iptu Aru Alrianda kepada kaba12.com, Jum’at (4/6) siang.

Ia menyebutkan, kendaraan tersebut akan dibawa ke kantor Satlantas Polres Agam setelah nantinya ada koordinasi antara pihak perusahaan dengan kepolisian.

“Sekarang bus ini kita pinggirkan dulu agar arus lalulintas di Kelok 44 tetap normal. Sementara untuk proses selanjutnya kita masih menunggu koordinasi dan jawaban dari pihak perusahaan,” ujarnya.

Pihaknya juga belum memastikan kapan proses penurunan bus dari Kelok 13 menuju Kelok 1 atau Simpang Maninjau. “Belum pasti kapan turunnya. Yang jelas saat proses penurunan bus nanti, akan dibantu dengan truk derek,” katanya.

Baca Juga:  SMA Negeri 1 Ampek Angkek Wakili Sumbar ke Tingkat Nasional

Sementara itu, Kanit Lantas Polsek Matur menjelaskan, kendaraan bus pariwisata asal Bandung itu merupakan armada bantuan dari Perusahaan Otobus (PO) Sembodo. Bus tanpa penumpang melaju dari arah Bukittinggi menuju Lubukbasung pada Kamis dinihari. Sekitar pukul 02.00 WIB, bus tersangkut di tikungan Kelok 16.

“Awalnya bus ini juga tersangkut di Kelok 16 dan berhasil lolos. Pada Jum’at pagi, sopir memaksakan untuk turun ke bawah, akhirnya tersangkut di Kelok 14,” ujarnya.

Bripka Ahmad Habibi menambahkan, bus berukuran panjang sekitar 13 meter ini hendak menuju Lubukbasung untuk mengangkut penumpang.

Selain itu, ia menilai bahwa peristiwa ini juga akibatkan oleh kurangnya koordinasi antara pihak agen dengan pengemudi untuk menuju lokasi.

Baca Juga:  Samakan Persepsi Pokjanal Posyandu Agam Gelar Rakor

“Sepertinya ada miskomunikasi antara pihak agen dengan pengemudi bus. Sehingga pengemudi hanya mengandalkan aplikasi Google Map untuk menuju Lubukbasung. Sang pengemudi juga kurang memahami kondisi medan jalan ekstrim yang memiliki banyak tikungan,” katanya.

Peristiwa bus pariwisata merek Gracias Trans yang tersangkut di Kelok 44 tepatnya di tikungan Kelok 14 hari ini viral di media sosial. Hal ini dikarenakan kendaraan tersebut merupakan satu-satunya bus berukuran besar yang berani melewati jalur ekstrim Kelok 44.

Saat kejadian, akses jalan dari arah Lubukbasung menuju Bukittinggi maupun sebaliknya juga sempat ditutup sementara karena kendaraan bus memenuhi badan jalan.

(Bryan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top