Kaba Terkini

Konflik Manusia-Satwa Liar Jadi Perhatian Serius DPRD Agam

Lubukbasung, kaba12.com — Masalah konflik manusia dengan satwa liar di wilayah kabupaten Agam yang beberapa waktu belakangan kerap terjadi menjadi perhatian serius kalangan DPRD Agam. Dibuktikan, kalangan dewan tengah merancang peraturan daerah (perda) khusus yang akan dibahas tahun 2022 terkait dengan perlindungan dan pelestarian satwa.

Bahkan, DPRD Agam mendorong sepenuhnya, rencana Pemkab.Agam bersama BKSDA Sumbar untuk membangun taman safari di wilayah kabupaten Agam sebagai salah satu bentuk solusi dalam melindungi satwa liar, termasuk hewan dilindungi yang kini banyak terancam punah.

Wujud dukungan optimal kalangan DPRD Agam itu, dibahas dalam kunjungan silaturrahmi Kepala Seksi Wilayah I (Kasekwil.I) Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar Khairi Ramadhan didampingi Kepala Resort BKSDA Agam Ade Putra, bersama jajaran terkait ke DPRD Agam yang diterimak ketua DPRD Agam Dr.Novi Irwan didampingi Nesi Harmita,ST dan Armalicon di ruang kerja ketua dewan kemarin.

Terkait penanganan konflik manusia-satwa liar tersebut, gubernur Sumbar sudah menerbitkan surat keputusan nomor 527.5-417 tahun 2021 tentang pembentukan tim koordinasi dan satuan tugas penanganan konplik antar manusia dan satwa liar di Sumatera Barat yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

Baca Juga:  DPRD Agam Gelar Paripurna Penyampaian LKPJ Bupati 2020

Menurut ketua DPRD Agam Novi Irwan,pihaknya banyak mendapat informasi terkait dengan konplik yang terjadi antara manusia dan satwa liar, karena beragam factor,yang menurutnya sejak dini harus dicarikan solusi, termasuk jabaran rambu-rambu hukum ditingkat daerah, agar pemahaman dan komitmen bersama semua unsur dalam masyarakat bisa terbangun optimal.

Baca Juga:  Evaluasi Kinerja Sekwan Gelar Rapat Staf

Salah satu bentuk komitmen DPRD Agam, ulas Novi Irwan, pihaknya bakal mengusulkan ranperda terntang perlindungan dan pelestaria satwa dalam program legislasi daerah (prolegda) tahun 2022 yang diharapkan rancangannya bisa segera tuntas.

“Ranperda itu diusulkan Badan Legislasi (Baleg) tahun ini, dan dimasukan dalam Prolegda tahun 2022, “tegasnya.

Dilain pihak, Dr.Novi Irwan menyambut baik rencana Pemkab.Agam yang akan membangun taman safari, sebagai salah satu upaya penyelamatan satwa liar dan mengantisipasi konplik manusia-satwa liar tersebut, terutama di wilayah Tilatang Kamang dan Palupuah, karena hal ini dinilai salah satu solusi untuk menjawab keresahan yang ada termasuk masalah konpik tersebut.

Baca Juga:  Sekda Buka Rakerda LPTQ Agam 2019

Diharapkan Novi Irwan, pembahasan ranperda itu bisa segera terlaksana antara komisi III Bidang Pembangunan DPRD Agam dengan Pemkab.Agam, sehingga acuan kegiatan terhadap dengan pelestarian dan perlindungan satwa di kabupaten Agam bisa lebih fokus dan terarah.

” Kami berharap, hal itu bisa seger terealisasi, karena saat ini, semua pihak dalam masyarakat harus bertanggungjawab dalam menjaga keanekaragaman satwa dan hayati yang dimiliki kabupaten Agam, karena menjadi salah satu potensi dan kebanggaan daerah.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top