Kaba Terkini

Kabar Duka Dari Agam, Nakes dan Dokter Banyak Terpapar Covid-19

Lubukbasung, kaba12.com — Kabar duka yang membuka sontak masyarakat kabupaten Agam Senin,(24/5) malam, dengan meninggalnya 1 tenaga kesehatan yang sehari-hari bertugas di puskesmas Sungaipua, melengkapi kekuatiran banyak kalangan di pemerintahan akan bahaya dan mematikannya virus corona.

Bahkan, seiring naiknya status kabupaten Agam ke zona merah, menyusul lonjakan kasus positif dan makin banyaknya warga yang meninggal, beberapa waktu belakangan, jumlah tenaga kesehatan dan dokter yang ikut terpapar virus corona juga semakin banyak.

Bahkan, informasi yang diperoleh kaba12.com, selain banyaknya bidan, perawat dan dokter yang menjadi pejuang di garda terdepan penanganan pandemic covid-19 di kabupaten Agam, jumlah warga yang positif terpapar juga semakin banyak, banyak total kasus terkonfirmasi sudah mencapai 2.902 orang, dengan 60 orang meninggal dunia.

Baca Juga:  Empat Nagari dan Satu Kecamatan di Agam Dinilai TP-PKK Provinsi Sumbar

Kondisi itu diamini Yosefriawan, plt.Kadinas Kesehatan Agam yang menyatakan berduka atas gugurnya 1 nakes Agam Senin malam, setelah berjuang melawan ganasnya virus corona, sejak dinyatakan positif terkonfirmasi tanggal 20 Mei lalu, dan menjalani perawatan intensif di ICU Covid-19 RSAM Bukittinggi.

Disebutkan, tantangan dan perjuangan berat yang dilalui seluruh tenaga kesehatan dalam menghadapi pandemic covid-19, masih cukup panjang, apalagi saat ini kabupaten Agam masuk zona merah, sehingga tugas dan tantangan tugas di lapangan juga akan semakin berat.

Namun ditegaskannya, sesuai amanah dan beban tanggungjawab yang diemban, seluruh nakes di kabupaten Agam akan terus berjuang melawan covid-19, bahkan takkan pernah berhenti sampai pandemic itu betul-betul bisa diatasi secara medis, “ itu tanggungjawab bahkan amanah, dan akan terus kami berjuang, “ sebut Yosefriawan dengan mimik serius.

Baca Juga:  Dalduk KB, PP-PA Agam Susun Konsep Grand Design

Walau demikian, Asisten II Sekab.Agam itu, menegaskan, perjuangan dan pengorbanan para tenaga kesehatan yang gugur dalam bertugas itu, takkan berarti apa-apa,jika masyarakat masih abai dan lalai serta tidak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, “ kuncinya tetap kita semua, seluruh masyarakat, harus selalu disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, peran masyarakat adalah kunci, “ sebut Yosefriawan.

Baca Juga:  Terekam CCTV. Saat Istirahat Pencuri Gondol Laptop di Dinkes Agam

Dilain pihak, menyusul berpulangnya tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas Sungaipua itu Yosefriawan, atas nama keluarga besar Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Agam mengungkap dukacita mendalam, dan mendoakan, semoga segala perjuangan, pengorbanan dan amal ibadah yang dilakukan almarhum, diterima disisi Allah SWT.

Yosefriawan juga mendoakan, seluruh tenaga kesehatan, baik bidan, perawat, dokter dan lainnya yang saat ini dinyatakan positif terkonfirmasi covid-19, bisa segera pulih dan bisa menjalankan aktivitas pelayannya kembali terhadap masyarakat, “ perjuangan dan tantangan berat masih menghadang, kita harus bersama menghadapinya. Peran dan disiplin masyarakat justru sangat menentukan, “ sebutnya serius.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top