Kaba Agam

Bandel dan Abaikan Keresahan Warga, Kafe-Karaoke Simpang Tembok Ditutup Paksa

Lubukbasung, kaba12.com — Karena terlalu bandel dan kerap mengabaikan teguran masyarakat yang resah akan aktivitas café di Simpang Tembok, Jorong IV Surabayo, Nagari Persiapan Surabayo Lubukbasung, Minggu,(23/5) dini hari tadi, gabungan warga bersama personil Ormas Pemuda Pancasila PAC Lubukbasung tutup paksa kafe tersebut.

Warga yang ditengarai sudah jenuh akan keberadaan kafe yang kerap buka sampai dini hari bahkan sampai subuh itu, langsung menutup kegiatan kafe itu sekitar pukul 02.00 WIB. Walau sempat ricuh, namun proses penutupan berjalan sesuai harapan warga.

Informasi yang diperoleh kaba12.com dari Rino Syamna Putra, Walijorong IV Surabayo, penutupan kafe Simpang Tembok itu, merupakan antiklimaks keresahan masyarakat di sekitar lokasi kafe yang jenuh melihat kafe itu selalu mengabaikan reaksi warga, selain buka sampai larut malam, suara bising alat music, bahkan mengabaikan protokol kesehatan.

Baca Juga:  Open Turnamen Nagari Taluak Cup III Sumbar-Riau, KM FC Agam Hajar SKD FC 50 Kota 3-0 Tanpa Balas

Disebutkan, peringatan dan himbauan secara langsung sudah sering disampaikan pada pengelola kafe, namun hingga proses penutupan berlangsung, kegiatan dikafe itu masih terus berlangsung sehingga warga mulai bereaksi keras.

Bersama tim ormas Pemuda Pancasila PAC Lubukbasung yang dipimpin Romi Syaputra, ratusan pemuda se jorong Surabayo, para tokoh masyarakat dan ninik mamak Lubukbasung, serta personil Polres Agam dan Satpol.PP Agam langsung menghentikan aktivitas kafe yang bandel itu.

Bahkan, sebut Rino Syamna Putra, dalam operasi bersama jajaran pemerintah dan masyarakat itu berhasil diamankan 2 wanita pengelola dan pelayan kafe, perangkat soundsystem kafe dan barang bukti lainnya, langsung diamankan ke Makosatpol.PP Agam untuk pengusutan lebih lanjut. Hingga Minggu siang ini, proses pemeriksaan masih berlangsung.

Baca Juga:  Rahmang Apresiasi Warga Pilubang “ Harus UNGGUL Dalam Kepedulian “

Ditambahkan Walijorong IV Surabayo itu, kafe yang juga membuka room karaoke di Simpang Tembok itu, sudah cukup sering diberi peringatan, bahkan sebelum Ramadhan, saat bulan suci Ramadhan dan jauh sebelumnya sudah beberapa kali diingatkan, karena kegiatan yang dilakukan meresahkan warga, bahkan tidak hanya pemuda, kalangan ninik mamak dan tokoh masyarakat juga sudah meminta kegiatan di kafe itu dihentikan dan ditutup, “ namun selama ini masih tidak diindahkan, “ tegas Rino Syamna Putra lagi.

Bahkan, Walijorong IV Surabayo yang dikenal aktif dalam menjabarkan aspirasi masyarakat itu mengaku sangat kecewa dan menyanyangkan sikap pemilik kafe yang selama ini mengabaikan peringatan berbagai komponen masyarakat.

Baca Juga:  Gubernur : Pemprov Siap Bantu Relokasi

“ Kami berharap, kegiatan kafe itu ditutup secara permanen oleh pihak berwenang, karena hal itu sudah sangat meresahkan, dibuktikan dengan reaksi spontan massa bahkan ormas Pemuda Pancasila Lubukbasung ikut terjun ke lapangan menertibkan, “ tegasnya.

Disisi lain, Rino Syamna Putra berharap, di Lubukbasung, khususnya di wilayah jorong IV Surabayo tidak ada lagi aktivitas dan kafe-kafe yang mengundang resah karena kegiatannya, karena masyarakat semakin sensitive dan tabu akan hal-hal yang berpotensi melanggar ketentuan adat dan agama, “ kami berharap hal ini menjadi catatan khusus. Kami sangat berterimakasih pada seluruh masyarakat dan ormas PP PAC Lubukbasung yang sangat peduli akan hal-hal yang berpotensi merugikan warga. Bersama akan kita kawal hal itu, “tegasnya serius.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top