Kaba Terkini

Pemicu Lonjakan Kasus Covid-19 di Agam, Warga Yang Isoman Kerap Tak Patuh

Lubukbasung, kaba12.com — Pemicu lonjakan kasus positif covid-19 di kabupaten Agam diduga dipicu oleh berbagai factor yang seluruhnya melibatkan masyarakat. Masalah displin mentaati protokol kesehatan dan sikap warga yang masih abai terhadap bahaya virus corona yang mematikan, menjadi penyebab makin tingginya kasus terkonfirmasi baru di kabupaten Agam.

Selain itu, dmapak makin intensifnya tim Dinas Kesehatan Agam melakukan tracking dan tes swab dalam upaya memutus rantai penyebaran pandemic covid-19, membuat temuan kasus baru semakin banyak.

Disisi lain yang memprihatinkan, dampak ketidapatuhan warga yang menjalani isolasi mandiri yang kerap tidak patuh dalam mendisiplinkan diri untuk tidak bersentuhan dengan banyak orang, menjadi salah satu potensi luar biasa yang memicu peningkatan angka penyebaran kasus covid-19.

Baca Juga:  Operasi Yustisi Polres Agam Jaring 126 Pelanggar Prokes

Hal itu ditegaskan dr.Elvera Susanti, kepala instalasi isolasi covid-19 RSUD Lubukbasung, yang memantau pergerakan kasus covid-19, termasuk hasil investigasinya terhadap banyak pasien covid-19 yang menjalani isolasi khusus di ruang isolasi covid-19 RSUD Lubukbasung.

Disebutkan Elvera Susanti, sebelumnya sudah diprediksi bahkan menjadi kekuatiran seluruh unsur terkait dalam penanganan pandemic covid-19 di kabupaten Agam, terutama terkait dengan mulai digelar kegiatan belajar tatap mukaa di kabupaten Agam, masuknya bulan suci Ramadhan dimana tidak dilakukan penekanan yang spesifik terhadap pelaksanaan protokol kesehatan dalam menjalankan ibadah, termasuk suasana lebaran yang memicu potensi kerumunan warga yang luar biasa di berbagai tempat.

Baca Juga:  Bupati Agam Tinjau Jalan Terban di Dua Lokasi

‘ Kita sudah kuatir sejak lama, karena banyak aspek yang membuat potensi penyebaran covid-19 sangat terbuka. Saat ini, kekuatiran kita itu terbukti, “ ungkapnya.

Yang memprihatinkan, ulas Elvera Susanti, tingkat kedisiplinan warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman), juga menjadi salah satu pemicu tingginya penyebaran virus corona, karena banyak warga yang diisolasi tidak taat, disiplin dan patuh pada ketentuan isolasi, bahkan masih banyak yang bergabung dengan warga lain, sehingga memicu penularan virus corona pada orang lain, “ hal ini mesti menjadi catatan serius bagi kita semua, “ ungkapnya lagi.

Baca Juga:  Bukittinggi Utus 8 KBLK Ikuti Jambore PRB ke IV

Dokter ahli paru-paru RSUD Lubukbasung itu berharap, seluruh unsur yang terkait dalam penanganan pandemic covid-19 di kabupaten Agam, bersam masyarakat untuk kembali “bangkit” untuk ekstra serius dalam upaya memutus rantai penyebaran covid-19, ditengah upaya tim medis yang terus melakukan tes swab pasca tracking-tracing terhadap warga yang sebelumnya terpapar covid-19.

“ Kami himbau seluruh pihak untuk memaksimalkan perhatian terhadap upaya memutus rantai penyebaran covid-19. Peningkatan kasus yang terjadi sangat menguatirkan bahkan dampaknya akan sangat luar biasa, “ sebut Elvera Susanti yang juga ketua IDI Cabang Agam itu.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top