Kaba Terkini

H-1 Lebaran, Harga Bahan Pokok di Agam Fluktuatif

Sungai Batang, kaba12.com — Memasuki H-1 lebaran Idul Fitri 1442 H/2021 M, harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional di Kabupaten Agam masih mengalami fluktuatif beberapa komoditas diantaranya dijual pedagang dengan harga tidak stabil.

Salah seorang pedagang bahan pokok di Pasar Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Ria (43) mengatakan, ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan harga menjelang hari raya lebaran Idul Fitri tahun 2021.

Diantaranya adalah bawang merah Rp 25 ribu per kilogram, bawang putih Rp 26 ribu per kilogram, dan kentang Rp 12 ribu per kilogram.

Baca Juga:  Pemda Harus Bentuk GNRM¬† Perkuat Karakter Bangsa

“Iya, bawang merah dan bawang putih harganya sekarang naik. Kenaikan harga ini sudah terjadi sejak awal Ramadhan lalu,” kata Ria saat ditemui kaba12.com, Rabu (12/5).

Ia menyebutkan, sebelumnya harga bawang merah dijual berkisar Rp 20 ribu per kilogram, bawang putih Rp 24 ribu, dan kentang Rp 10 ribu per kilogram. “Sebelum naik harganya masih stabil. Tapi sekarang kenaikan harga ini tidak terlalu tinggi,” ungkapnya.

Disamping itu, untuk harga cabai merah keriting sekarang dijual pedagang dengan harga stabil. Saat ini, harga salah satu bumbu dapur itu dijual berkisar Rp 30 ribu per kilogram.

Baca Juga:  Lantik 21 Pejabat Struktural. Bupati: 3 Bulan Lagi Saya Evaluasi

“Cabai merah keriting sekarang masih stabil. Tidak naik, dan tidak turun. Ini dikarenakan ketersediaan stok di tingkat distributor dan petani masih banyak,” ujarnya.

Selanjutnya, harga jahe saat ini berkisar Rp 20 ribu per kilogram. Harga tersebut dinilai sudah turun, dari harga sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram.

“Kemudian harga bahan pokok yang masih stabil saat ini adalah sayur kol Rp 5 ribu per kilogram,
dan wortel Rp 10 ribu per kilogram,” katanya.

Baca Juga:  Lahan Warga Terbakar, Api Berhasil Dipadamkan

Disisi lain, ia mengaku menjelang lebaran Idul Fitri tahun ini tidak ada lonjakan pembeli yang terlalu signifikan.

Menurutnya, hal ini dikarenakan faktor pandemi Covid-19 yang melanda, serta adanya aturan larangan mudik bagi masyarakat di perantauan.

“Tahun ini sangat berbeda sekali dibanding dengan tahun-tahun sebelum pandemi. Sekarang jual beli kita hanya mengalami sedikit kenaikan. Pembeli masih ada, cuman tidak banyak. Kita sangat berharap agar pandemi Corona ini segera berakhir,” jelasnya.

(Bryan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

To Top