Kaba Pemko Bukittinggi

Wako Sampaikan Komitmen Bukittinggi Menuju Sanitasi Aman dan Layak 2022

Bukittinggi, KABA12.com — Wali Kota Bukittinggi sampaikan komitmen pemerintah daerah menuju sanitiasi aman dan layak tahun 2022. Dari komitmen itu, Dinas Kesehatan Sumbar, menetapkan Bukittinggi menyatakan Kota Bukittinggi sudah siap dan stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau ODF (Open Defecation Free), di Aula Balaikota, Rabu (05/05).

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menyampaikan, komitmen ini disampaikan sebagai bentuk konsentrasi pemerintah untuk menciptakan Bukittinggi yang sehat dan aman. Komitmen itu disampaikan di depan Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, tim verifikasi ODF dari provinsi serta kepala OPD, camat dan lurah se Kota Bukittinggi.

Komitmen tersebut, diantaranya, menyediakan data by name by adress KK yang belum akses terhadap sanitasi aman dan layak. Menganggarkan untuk pembuatan DED IPLT tahun 2022. Memfungsikan IPAL komunal yang berada di kelurahan Belakang Balok untuk melayani masyarakat di kelurahan Birugo dan Belakang Balok.

Baca Juga:  Besok, DPRD Bukittinggi Gelar Paripurna Hantaran RPJMD Oleh Wako

Membuat MoU dengan Baznas untuk bantuan jamban sehat bagi keluarga yang tidak mampu. Menertibkan pemilik rumah kontrakan dan penyewa tanah untuk tempat tinggal agar mempunyai sarana wc dengan septic tank melalui perwako.

“Penganggaran dana sebesar Rp 1 milyar per kelurahan yang peruntukannya disesuaikan dengan kondisi masing masing kelurahan. Adanya program rumah layak huni dengan anggaran Rp 1,5 milyar dari APBD diwajibkan membuat jamban dengan septic tank, diutamakan pada lokasi yang masih beresiko tinggi,” sebut Erman Safar.

Baca Juga:  DPRD Bukittinggi Sampaikan Pandangan Umum Perubahan APBD 2016

Selain itu, juga ada beberapa komitmen lainnya yang disampaikan dihadapan tim verifikasi ODF Sumbar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Barat, Ari Yuswandi, mengapresiasi komitmen Wali Kota untuk menjadikan Bukittinggi menuju kota sanitisai aman dan layak. Dengan komitmen ini, Bukittinggi bisa jadi pelopor dan contoh untuk daerah lain, sehingga membuat Provinsi Sumatra Barat juga menjadi provinsi yang ODF.

“Dengan demikian kami tim verifikasi menyatakan Kota Bukittinggi sudah siap stop BABS, diperkuat dengan adanya komitmen dari Pemko menuju akses sanitasi aman dan layak tahun 2021. Kondisi ini akan dievaluasi secara berkala minimal 1 kali enam bulan. Apabila di kemudian hari masih dijumpai warga yang BABS, maka status ODF Bukittinggi akan dicabut oleh tim verifikasi ODF Sumbar,” ungkap Ari Yuswandi.

Baca Juga:  Terima Pasangan Ilegal, Wako Akan Tutup Hotel Melati

Dinkes dan tim verifikasi ODF Sumbar berharap, Bukittinggi selain berkomitmen ini, seluruh perangkat daerah, juga ikut mendukung hal ini. Sehingga upaya pemerintah daerah untuk bebas BABS berjalan maksimal dan dapat merubah prilaku masyarakat terkait BABS.

Dalam kesempatan itu, Pemko Bukittinggi juga memberikan sertifikat penghargaan kepada kelurahan Gulai Bancah, Tarok Dipo dan Aur Kuning sebagai Kelurahan Stop BABS, serta kecamatan Guguak Panjang, MKS dan ABTB sebagai kecamatan Stop BABS.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top