Kaba Agam

Gempa di Mentawai-Sirine Tsunami di Tiku Meraung-Raung, Warga Tanjung Mutiara Panik dan Mengungsi

Tiku, kaba12.com — Sirine Early Warning System (EWS) yang berada di kompleks SMAN 1 Tanjung Mutiara tanda bahaya tsunami meraung-meraung Rabu,(5/5) pagi sejak pukul 08.51 WIB. Hal ini membuat panic warga di wilayah kecamatan Tanjung Mutiara yang berada di sekitar kawasan sekolah tersebut, termasuk guru-guru yang tengah mengajar daring di sekolah tersebut.

Bahkan, banyak warga yang langsung bergerak untuk mengungsi mencari lokasi yang aman, karena sirine peringatan tsunami yang meraung-meraung tersebut, berbunyi setelah adanya guncangan gempa yang terjadi Rabu,(5/5) pagi.

Guncangan gempa berkekuatan 5,8 pada skala richter yang terjadi di kedalaman 29 KM 3 km Tenggara Tua Pejat, kabupaten Kepulauan Mentawai yang terjadi pukul 08.24 WIB, diduga jadi pemicu berbunyinya sirine peringatan tsunami di sekolah tersebut.

Baca Juga:  Jelang MTQ 37, Tiku Galang Dukungan Perantau

Sontak, akibat raungan sirine peringatan bahaya tsunami itu, membuat panic warga kecamatan Tanjung Mutiara sehingga banyak warga yang langsung berhamburan ke luar rumah, dan mengungsi ke lokasi aman.

Namun, raungan sirine tanda bahaya tsunami itu, hingga pukul 10.23 WIB ini, sirine bahaya tsunami itu masig meraung-raung sehingga makin membuat warga panic, bahkan di kawasan itu, warga sudah banyak yang lari ke lokasi aman, namun sebagian lain masih menunggu intruksi lebih lanjut.

Baca Juga:  Goro Akbar, Pasa Tiku "Tacelak"

Kondisi itu, justru membuat heran para pejabat kecamtaan Tanjung Mutiara yang langsung menghubungi BPBD Agam untuik menyikapi kondisi itu, bahkan dicurigai perangkat tsunami yang berbunyi lebih dari 2 jam itu, mengalami kerusakan, karena tidak ada peringatan susulan dari BPBD Agam, terkait bahaya dan potensi tsunami di wiayah itu.

Waktu dikonfirmasi kaba12.com, Weri Ikhwan, Kasi.PEM Kecamatan Tanjung Mutiara, dan pj. walinagari Tiku Selatan, mengaku dampak meraungnya sirine peringatan tsunami itu membuat panic warga di kecamatan Tanjung Mutiara, apalagi peringatan tsunami itu terjadi setelah terjadi guncangan gempa di Mentawai yang diirasakan di wilayah Tiku dan sekitarnya.

Baca Juga:  1.765 Warga Terdata Bermukim di Radius 5 KM dari Gunung Marapi

Namun, yang mengherankan warga, bunyi sirine peringatan tsunami itu, lebih dari 1 jam berbunyi tanpa henti, sehingga menambah panic warga setempat, “ kami sudah laporkan pada BPBD Agam pukul 08.39 WIB, dan personil BPBD Agam baru datang ke lokasi pukul 10.24 WIB, “ sebut Weri Ikhwan.

Pihaknya belum memastikan, bunyi sirine itu apakah murni peringatan bahaya tsunami atau ada masalah lain yang terjadi, “ kami bersama masyarakat panic, namun karena sudah lebih 1 jam berbunyi, kami langsung berkoordinasi terkait kondisi yang terkait, “ tegas Weri Ikhwan.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top