Kaba Terkini

Dalam Sebulan, 7 Ekor Ternak Anjing di Palembayan Dimangsa Harimau

Ilustrasi

Palembayan, kaba12.com — Sebanyak tujuh ekor ternak anjing milik warga Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam dilaporkan mati setelah dimangsa satwa liar dalam rentang waktu sekitar satu bulan belakangan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Ade Putra mengatakan, pihaknya langsung menuju ke tempat kejadian setelah menerima laporan dari warga setempat Amir Hamzah (60), terkait tujuh ekor ternak anjing dimangsa satwa. Pada kesempatan itu, tim BKSDA Resor Agam didampingi perangkat nagari melakukan wawancara dengan saksi mata dan pelapor.

“Dari hasil pengumpulan data yang kita lakukan dilokasi, diketahui tujuh ekor ternak anjing milik warga setempat dilaporkan mati karena dimangsa satwa liar diduga jenis harimau Sumatra atau Phantera Tigris Sumatrae,” ujar Ade Putra, Senin (26/4).

Baca Juga:  Polres Agam Tindak Tegas Penimbun Sembako

Pihak BKSDA Resor Agam baru bisa mendatangi tempat kejadian Senin (26/4), karena pada saat bersamaan sedang menangani konflik antara manusia dan satwa harimau di Jorong Cubadak Lilin, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam yang menimbulkan korban ternak milik warga sebanyak 6 ekor, 2 diantaranya mati dan 4 terluka.

Ade menambahkan, dua ternak anjing milik warga lainnya Novi (40) juga dimangsa satwa liar secara bergiliran pada malam berbeda. Anjing tersebut diterkam dan diseret dari kandangnya ke arah pinggir ladang. Bahkan disekitar lokasi, banyak ditemukan jejak menyerupai telapak kaki harimau.

Baca Juga:  20% Dana Desa Tahap I di Agam Telah Cair Rp.14,85 Miliar

“Berdasarkan informasi yang kita dapat dari Novi, sejumlah warga sekitar lainnya pernah melihat langsung satwa liar yang diduga jenis harimau Sumatra itu. Kendati demikian, kita (BKSDA) belum dapat menyimpulkan apakah harimau yang menyerang ternak anjing tersebut merupakan individu yang sama dengan harimau yang menerkam ternak kerbau milik warga Kecamatan Matur beberapa hari lalu,” jelas Ade.

Lebih lanjut disebutkan, pihaknya akan melakukan Identifikasi lapangan untuk mencari dan mengumpulkan data-data tanda keberadaan satwa berupa jejak, cakaran dan kotoran guna memastikan jenis dan individu satwa yang memangsa ternak warga itu.

Sebelumnya sejak awal Maret sampai pertengahan April 2021, enam ekor ternak kerbau milik warga Jorong Cubadak Lilin dan Jorong Sari Bulan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur ditemukan dalam kondisi mati sebanyak dua ekor dan terluka sebanyak empat ekor.

Baca Juga:  Air Terjun Simpang Kanan dan Kiri Destinasi Terkini di Silayang Lubukbasung

Tim BKSDA yang sudah melakukan pengusiran sejak bulan Maret lalu, akhirnya memutuskan melakukan evakuasi satwa dengan memasang perangkap sebanyak dua unit disekitar lokasi.

BKSDA juga menghimbau warga agar tetap berhati-hati dan waspada ketika beraktivitas di ladang dan dipinggir kawasan hutan. Selain itu warga juga telah diminta untuk mengkandangkan ternaknya di tempat yang benar-benar aman.

“Ini harus dilakukan agar kasus konflik antara manusia dengan satwa liar di sekitar pinggir kawasan hutan tidak terulang kembali,” kata Ade.

(Bryan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top