Bukittinggi

TPQ Khusus Autis Lahirkan Generasi Qurani Yang Mumpuni

Bukittinggi, KABA12.com — Sebagai wadah pembelajaran Al-Quran bagi generasi bangsa banyak lembaga pendidikan Al Qur’an yang muncul di Bukittinggi, mulai dari MDTA, TP, Rumah Tahfizh dan lembaga lainya. Disini generasi bangsa di ajarkan cara membaca Al Qur’an, akidah, akhlak, fikih, ibadah, sejarah, dan lainnya.

Diantara sekian banyak lembaga pembelajaran Al-Qur’an tersebut muncul sebuah lembaga pendidikan Al Qur’an untuk kalangan Anak Disabilitas (Anak Autis) yang dinamakan dengan TPQ Khusus Autis.

Lembaga yang diinisiator Rusman Edi, Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) Khusus untuk anak Autis ini, sengaja di dirikan dalam rangka merealisasikan kepedulian terhadap anak penyandang Disabilitas.

Rusman Edi mengatakan, ide ini muncul karena selama ini perhatian hanya banyak tertuju kepada yang normal saja. Padahal menurut  aturan dan regulasi penyandang disabilitas juga punya hak untuk mendapatkan bimbingan dan penyuluhan termasuk pembinaan keagaman seperti bimbingan Al Qur’an.

Baca Juga:  Status Gunung Agung Masih Awas, Penerbangan Australia – Bali Masih Cukup Tinggi

“TPQ Autis Kota Bukittinggi yang berada di Kelurahan Garegeh telah mendapatkan izin operasional dari Kementerian Agama Kota Bukittinggi. TPQ ini, Jumat (09/04) lalu perdana melakukan uji kelayakan Khatam Al Qur’an bagi siswanya. Walaupun belum terbilang banyak seperti lembaga lainnya, namun semangat siswa untuk belajar al-Quran patut kita  acungkan jempol.  Uji kelayakan dilakukan Tim penguji dari Kementerian Agama Kota Bukittinggi H. Jamhur Sarin,” katanya lagi.

Baca Juga:  HMD Garap Ponsel Nokia Punya Kamera Lima Lensa

Sementara itu, Tim penguji H. Jamhur Sairin, sangat mengapresiasi dari tampilan anak autis yang di ujinya.

“Alhamdulillah segala soal dan pertanyaan yang diberikan kepada peserta semua mampu menjawab dengan baik. Anak yang luar biasa ini mampu menjawab dengan baik. Ternyata  di lembaga TPQ khusus Autis  ada banyak berlian berlian yang berpotensi untuk dibina dengan baik,” tuturnya.

Contoh saja, lanjut Jamhur, salah seorang siswa bernama Hakimal, penyandang tunadaksa mampu menghafal 30 juz Al Qur’an. Hal terindikasi dari berbagai soal yang diberikan penguji dari juz 1 sampai 30 yang dilakukan secara acak, ternyata Hakimal mampu menjawab dengan baik.

Baca Juga:  Korut Ledakan Terowongan Nuklir, Trump Batal Temui Kim Jong Un

Tidak hanya mampu menyambung ayat yang ditawarkan tapi nomor ayat dan nomor surat soal yang di berikan Hakimal bisa mampu juga menjawab bahkan jumlah ayat pada satu surat tertentu sekaligus arti dari nama surat itu ia juga mampu menjawab.

Menurut Kepala sekolah SLB Al Ikhlas, Refriza, S.Pd, mengucapkan terimakasih kepada pembimbing dan Inisiator TPQ Khusus Autis, Rusman Edi, S.Ag. M. PD (Penyuluh Agama Islam Fungsional Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi.

“Kami sangat bangga bila sepotong ayat A-Qur’an dilantunkan pembimbing dengan satu lagu, mereka cepat bisa menebak lagu Al-Qur’an yang dilantunkan pembimbingnya,”ujarnya.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top