Kaba Agam

Luar Biasa, Warga Nagari Kampuang Pinang Sambut Ramadhan Gelar Tradisi Balimau di Masjid

Lubukbasung, kaba12.com — Beragam tradisi unik digelar masyarakat menyambut bulan suci Ramadhan 1422 hijriah. Seperti halnya masyarakat Nagari Kampuang Pinang, Kecamatan Lubuk Basung, yang menggelar acara “ balimau menyambut puasa” yang unik dan semarak.

Acara “balimau sambut Ramadhan” yang oleh masyarakat kanagarian Kampuang Pinang, dipusatkan di mesjid Raya Kampung Pinang, Minggu,(11/4) yang dibanjiri ratusan warga setempat.

Yang luar biasa prosesi acara “balimau sambut Ramadhan” yang disulap khusus menjadi “alek gadang nagairi”itu, tidak hanya semarak dengan kegiatan pengajian, tapi juga tradisi makan bajamba yang melibatkan ratusan bundo kanduang di wilayah itu, sehingga acara yang digelar menjadi salah satu event tradisi di kabupaten Agam.

Acara khusus yang digelar, menurut Zommi Dt.Nan Labiah, panitia acara, kegiatan silaturrahmi warga nagari Kampuang Pinang itu, merupakan event warisan nenek moyang Kampuang Pinang dalam menyambut bulan suci Ramadhan, dimana seluruh warga berkumpul bersama, bersilaturrahmi dan makan bersama di mesjid.

Baca Juga:  Warga Agam Terpapar Covid-19 Capai 792 Orang, Tambah 19 Orang-Pasien Sembuh 460 Orang

Dalam kegiatan itu, jelas Z.Dt.Nan Labiah, seluruh unsur ninik mamak, pemerintah nagari, alim ulama, bundo kanduang, pemuda dan tokoh masyarakat ambil bagian dalam moment silaturrahmi tersebut, “ kami bangga dengan antusias warga, dibuktikan dengan ratusan warga membanjiri mesjid raya Kampuang Pinang, “sebutnya.

Baca Juga:  Berusia 200 Tahun, Salamander Asal China Paling Tua di Dunia

Bahkan, yang mengharukan partisipasi bundo kanduang yang menjujuang jamba sebagai menu makan bersama di mesjid, dimana sampai di mesjid, seluruh hidangan disajikan, seluruh warga mengikuti ceramah agama, dilanjutkan dengan acara saling bermanfaatan ditutup dengan makan bajamba bersama.

Baca Juga:  Pastikan Keamanan Warga, Walikota Bukittinggi Tinjau Pasar dan Jalan Simpang Aur

Disebutkan Z.Dt.Nan Labiah, moment sakral yang menjadi tradisi tahunan warga Kampung Pinang itu, diyakini akan terus dijaga dan dipelihara, bahkan diyakini, jika pandemic covid-19 sudah hilang, tahun depan kegiatan serupa akan digelar dalam skala yang lebih besar.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top