Pariwara Pemkab Agam

Danau Maninjau Jadi Kawasan Geopark Ngarai Sianok

Kamis, 8 April 2021 akan menjadi salah satu catatan sejarah penting bagi pemerintah kabupaten Agam khususnya masyarakat kecamatan Tanjung Raya yang selama ini dibelit masalah dilematis, terkait dengan kondisi kekinian danau Maninjau yang selama ini menjadi kebanggaan di Sumatera Barat.

Danau Maninjau yang beberapa tahun lalu masih dikenal sebagai salah satu destinasi wisata paling membanggakan di Sumatera Barat, kini justru seakan tenggelam oleh semakin menjamurnya karamba jaring apung (KJA) yang justru memicu pencemaran di danau tersebut.

Berbagai upaya pemulihan kondisi danau Maninjau sudah sudah dua decade dilakukan Pemkab.Agam masih belum memperlihatkan perkembangan yang mengesankan. Kondisi danau Maninjau masih belum berubah, masih tenggelam oleh dampak pencemaran, sehingga para wisatawan pun masih enggan berkunjung.

Kamis hari ini, diharapkan menjadi babak baru bagi daerah ini, dalam upaya penanganan secara komprehensif kondisi danau Maninjau yang masih tercemar parah, akibat tumpukan bekas pakan ikan yang mengendap di dasar danau, seiring dengan kunjungan H.Suharso Manoarfa, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas, langsung ke danau Maninjau.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Suharso Manoarfa, didampingi Anggota Komisi V DPR RI Nurhayati Monoarfa, Anggota Komisi I DPR RI M. Iqbal, Sekretaris Menteri PPN/Bappenas, deputi menteri, dan para petinggi negara lain, yang disambut Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, Bupati Agam Andri Warman, kepala OPD Pemkab.Agam, kepala OPD Pemprov. Sumbar Provinsi, dan tokoh masyarakat Tanjung Raya di objek wisata Linggai Park, Nagari Duo Koto, Tanjung Raya.

Kunjungan Menteri Suharso Manoarfa ini, diyakini sebagai babak baru dalam upaya normalisasi danau Maninjau, termasuk mendorong dikembangkannya kawasan danau Maninjau masuk dalam kawasan Geopark Ngarai Sianok yang saat ini menjadi perhatian khusus pemerintah yang selama ini diakui dunia Internasional.

HARMEN

Masuk RPJMN Sampai 2024, Danau Maninjau Harus Diselamatkan

Menteri Suharso Monoarfa saat lawatannya ke Kabupaten Agam didampingi Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy dan Bupati Agam Dr.Andri Warman melihat langsung kondisi lingkungan dan kualitas air Danau Maninjau yang tengah tercemar berat.

Suharso Manoarfa mengaku prihatin dengan kondisi danau Maninjau yang selama ini menjadi salah satu destinasi wisata di Indonesia, yang dikenal dunia Internasional itu, meyakinkan pihaknya akan memperjuangkan pengembangan Danau Maninjau untuk menjadi salah satu kawasan Geopark Ngarai Sianok yang akan menjadi warisan, diakui Internasional.

Ia menyebut, Danau Maninjau ini pernah tercatat memiliki kedalaman sekitar 165 meter,amun saat ini, terjadi pendangkalan, sehingga kedalamannya sekarang berkisar 100 meter lebih. Bahkan dalam waktu 100 tahun kedepan, jika tidak segera diatasi kondisi ini tentu akan lebih parah lagi.

Baca Juga:  Dorong Sarana Ekonomi, Jalan Sepanjang 8 km Dibangun Swadaya

Danau Maninjau ini merupakan salah satu dari 10 danau di Indonesia yang harus diselamatkan, namun proses penyelamatannya akan dilakukan dengan beragam cara. Penyelamatan Danau Maninjau ini tidak memiliki target khusus, namun ditargetkan masuk dalam RPJMN sampai tahun 2024.

Suharso Manoarfa mengajak seluruh masyarakat untuk bersama menjaga kelestarian Danau Maninjau, “salah satunya tidak mencemarinya dengan KJA,karena mengancam keselamatan eksistensi dari ekosistem di Danau Maninjau, seperti dampak yang dirasakan saat ini,” ujarnya.

Ditegaskan, masyarakat harus segera disadarkan, terutama mereka yang bergiatan di KJA untuk tidak memakai pakan ikan yang anorganik, karena akan menambah pencemaran lingkungan dan kualitas air danau.

Menteri PPN-Kepala Bappenas RI itu, menegaskan, upaya mengurangi pencemaran Danau Maninjau akan segera dijelaskan kepada masyarakat melibatkan unsur tokoh masyarakat, tokoh lingkungan, dan unsur terkait lainnya.

HARMEN

Menteri Suharso Manoarfa Ingatkan Jangan Sampai Danau Maninjau Jadi Kenangan

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional-Kepala Bappeda Suharso Manoarfa minta seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk fokus dalam mengantisipasi kerusakan yang lebih parah yang bisa dialami danau Maninjau.

Bahkan, Menteri Suharso mengingatkan, jangan sampai danau Maninjau yang dikenal sebagai salah satu ikon dunia, karena dikenal sebagai salah satu danau kaldera di dunia, dan sejarah terbentuknya danau yang mempesona itu, justru hanya jadi tinggal kenangan, “ jangan sampai itu terjadi, “ungkapnya saat berkunjung ke Maninjau.

Suharso Manoarfa, berharap seluruh elemen masyarakat di kabupaten Agam, khususnya di Tanjung Raya, menjadi hal itu sebagai semua renungan yang harus dikawal bersama, terutama dalam upaya menyelamatkan kondisi danau Maninjau yang saat rusak berat akibat endapan bekas pakan ikan yang menumpuk di dasar danau.

Baca Juga:  Predikat B dari Men PAN-RB. Lompatan Luar Biasa Agam

Secara khusus, pihaknya bersama pemerintah pusat, akan mengupayakan langkah-langkah konkrit bentuk penanganan khusus yang harus dilakukan segera, bahkan pihaknya mengupayakan program penyelamatan danau Maninjau masuk dalam RPJM Nasional 2024, sehingga program penyelamatan dan penataan kedepan bisa dilakukan secara berkesinambungan.

Walau demikian, Menteri PPN-Kepala Bappenas itu berharap, peran aktif masyarakat sangat diandalkan termasuk upaya Pemkab.Agam dalam mendorong kepedulian dan komitmen bersama dalam penyelamatan danau Maninjau yang saat ini tercemar berat, “ tanpa peran dan dukungan masyarakat, takkan memberi hasil optimal, “tegasnya.

HARMEN

Atasi Pencemaran Danau Maninjau, Bupati Agam Harus Tegas dan Strong

Menteri PPN-Kepala Bappenas RI, Suharso Manoarfa, tegaskan dalam upaya penyelamatan danau Maninjau dari kehancuran dan tinggal kenangan, Bupati Agam harus bersikap tegas dan kuat dalam menjalankan berbagai kebijakan penyelamatan danau Maninjau yang sudah terkerangka sebelumnya.

Tidak hanya dalam menjalankan program penyelamatan, tapi juga sejak dini menata dan mengatur dengan ketat, tegas dan konsisten berbagai potensi yang memicu terjadinya pencemaran danau Maninjau, khususnya dampak pakan ikan an-organik yang kini menjadi endapan mengerikan, yang merusak ekosistim danau.

Pernyataan itu ditegaskan Suharso Manoarfa, saat meninjau secara langsung kondisi danau Maninjau yang kini tercemar berat bersama beberapa anggota DPR RI, Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldi dan Bupati Agam Andri Warman.

Diharapkan Menteri PPN-Kepala Bappenas itu, Pemkab.Agam dan bupati Agam harus betul-betul bersikap tegas dan konsisten dalam upaya penyelamatan kondisi danau Maninjau, termasuk dengan membuat regulasi penyelamatan yang sasarannya untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas, “ tanpa itu, berbagai program dan anggaran yang akan digunakan takkan efektif, jika tidak ada regulasi yang dikuatkan dengan sikap tegas dan konsisten, “sebutnya serius.

Ditambahkan, pihaknya bersama Pemkab.Agam dan Pemprov.Sumbar serta berbagai unsur di kementrian terkait akan melakukan berbagai pembahasan, sehingga penanganan penanganan dan penyelamatan danau Maninjau bisa segera ditindaklanjuti.

HARMEN

Menteri Suharso Tebar Ikan Endemik di Danau Maninjau

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Dr. (HC) Ir. H. Suharso Monoarfa bersama Bupati Agam Dr.Andri Warman, tebar ikan endemik ke dalam Danau Maninjau, di Objek Wisata Linggai Park, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya.

Jenis ikan endemik yang ditebar ke dalam danau Maninjau itu, jenis ikan nilem sebanyak 2.000 ekor, bada 3.000 ekor dan betutu 50 ekor yang merupakan sebagian dari biota endemik Danau Maninjau, yang mulai punah akibat tercemarnya air danau dalam upaya melestarikan kembali endemik Danau Maninjau agar kembali berkembang dan dinikmati masyarakat setempat.

Baca Juga:  Satu-Satunya di Indonesia, Bupati Indra Catri Narasumber di Lemhanas RI

HARMEN

Selamatkan Danau Maninjau, Pemkab Agam Ajukan Proposal ke Bappenas

Pemerintah Kabupaten Agam mengusulkan proposal pengelolaan Danau Maninjau kepada pemerintah pusat, dalam upaya penyelamatan danau yang kini kondisinya tercemar berat yang diserahkan Bupati Agam, Dr. Andri Warman langsung kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Nasional, Dr. Dr. Suharso Monoarfa, saat kunjungan ke Maninjau, Kamis (8/4).

Bupati Agam Dr.Andri Warman menyebut, proposal yang diajukan itu mencakup banyak item mengarah kepada pengelolaan Danau Maninjau, diantaranya di bidang pariwisata, pertanian, perikanan, konservasi kehutanan, pengolahan limbah danau dan lainnya, dengan anggaran yang diusulkan sebesar Rp498,9 miliar lebih.

Usulan ini sejalan dengan penetapan Danau Maninjau sebagai salah satu danau prioritas nasional, yang akan diselamatkan dari ketercemaran, “proposal yang diajukan itu nanti dibahas dalam Musrenbangnas. Karena proposal diajukan langsung ke Kepala Bappenas, maka diharapkan usulan ini dapat disetujui,” sebutnya.

Respon Menteri PPN-Kepala Bappenas Suharso Manoarfa sendiri, terlihat nyata saat berkunjung ke beberapa titik di danau Maninjau. Selain bisa menyaksikan secara langsung kondisi danau yang dalam keadaan tercemar berat, juga beberapa pernyataan menteri yang mengingatkan, jangan sampai danau Maninjau tinggal kenangan, harapan pada masyarakat serta sikap tegas pemerintah dalam upaya penyelamatan danau tersebut.

Bahkan, diyakinkan menteri pihaknya mengupayakan danau Maninjau masuk dalam program penyelamatan bersama 10 danau lain di Indonesia yang kondisinya nyaris sama, termasuk upaya memasukkan program penyelamatan danau Maninjau dalam RPJM Nasional 2024.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top