Kaba Terkini

Kurangi Volume Sampah, DLH Agam Dorong Warga Budidaya Maggot

Maninjau, kaba12.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Agam mendorong masyarakat untuk membudidayakan larva berwarna hitam (belatung lalat) atau Maggot Black Soldier Fly (BSF), karena dinilai efektif dalam mengurai sampah organik.

Kepala DLH Agam, Ir. Jetson menyebutkan, budidaya maggot merupakan sebuah inovasi baru untuk mengolah sampah, sehingga hal ini dinilai sangat bagus dalam mengurangi volume sampah organik dalam jumlah banyak. Apalagi budidaya belatung jenis Black Soldier Fly ini juga bernilai ekonomis yang cukup tinggi.

“Kita dari DLH tentu memberikan dorongan kepada masyarakat untuk membudidayakan maggot lantaran dinilai sangat bagus untuk mengolah sampah. Yang jelas jika masyarakat sudah memulai beternak maggot, tugas kita nanti dari DLH bersama narasumber akan memberikan pelatihan terkait budidaya ini,” kata Ir Jetson kepada kaba12.com usai menghadiri Bimtek yang diselenggarakan P3E Sumatera di kantor Camat Tanjung Raya, Kamis (25/3).

Baca Juga:  Camat Kamang Magek Dituntut Maksimalkan Sektor Unggulan

Ia menambahkan, budidaya maggot ini diharapkan kedepannya dapat menjadi sebuah tren baru bagi masyarakat Agam. Terutama bagi masyarakat yang memiliki sampah organik atau limbah rumah tangga.

“Targetnya adalah seluruh masyarakat Agam yang memiliki sampah organik harus bisa mengolahnya dengan cara beternak maggot. Karena maggot ini makanannya adalah sampah organik atau limbah rumah tangga, kecuali plastik,” ujarnya.

Jetson mengatakan, pasar penjualan belatung maggot ini memiliki peluang yang sangat besar dan tidak terbatas. Karena larva maggot juga dibutuhkan oleh sejumlah peternak, seperti peternak ayam, lele, ikan hias, burung hias, dan ikan air tawar. Hal ini dinilai lantaran larva maggot memiliki keunggulan protein yang tinggi.

Baca Juga:  Peringati Sumpah Pemuda, FKUB Bukittinggi Gelar Futsal Lintas Agama

“Kendati begitu, kita berharap budidaya maggot ini dapat diterapkan pada masyarakat, sehingga volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi berkurang. Disamping itu, di TPA nantinya tidak hanya melakukan pengolahan sampah lagi, tetapi memilahnya untuk dimanfaatkan,” jelasnya.

Dilansir dari laman Wikipedia, maggot adalah larva dari lalat Black Soldier yang diperoleh dari proses biokonversi Palm Kernel Meal. Nama latinnya adalah Hermetia illucens (Diptera, famili: Stratiomydae) Biokonversi merupakan hasil fermentasi sampah – sampah organik menjadi sumber energi metan yang melibatkan organisme hidup. Proses fermentasi seperti ini dikenal sebagai penguraian secara anaerob.

Baca Juga:  Pakaian Muslim Kreasi di Fashion Fiesta on the Street

Selain itu, Maggot Black Soldier mengandung protein dan asam amino yang lengkap, sehingga dapat digunakan sebagai sumber pakan alternatif yang baik untuk sebagian hewan ternak seperti unggas,ikan, serta sebagian hewan peliharaan seperti iguana, burung berkicau dan hewan peliharaan lainnya. Maggot juga mengandung anti jamur serta anti mikroba sehingga bila diasup oleh ikan akan tahan terhadap penyakit yang disebabkan jamur dan bakteria.

(Bryan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top