Kaba Terkini

Maret-Juli Siklus Reproduksi Buaya, Cari Tempat Aman Untuk Kawin & Bertelur

Tiku, kaba12.com — Fenomena makin beraninya buaya-buaya muara keluar dari sarang dan persembunyiaannya terjadi karena sepanjang bulan Maret-Juli merupakan siklus reproduksi kawanan buaya, yang menyebab-kan buaya jantan dan betina mencari lokasi yang aman untuk bertelur dan kawin.

Siklus itu menyebabkan, buaya-buaya muara di berbagai lokasi saat ini, sengaja keluar dari sarang dan persembunyiaan yang beradaptasi untuk mencari lokasi yang aman untuk bertelur bagi buaya betina dan lokasi kawin paling aman bagi buaya jantan.

Kondisi itu, terlihat saat ini, mulai beraninya beberapa ekor buaya menampakkan diri ke public, dengan berenang di tepian sungai bahkan berjemur di kawasan yang banyak dilalui manusia, seperti halnya di tepian jembatan base camp PT.Mutiara Agam, Kamis,(4/3) siang ini.

Hal itu dijelaskan Ade Putra, kepala BKSDA Resort Agam menjawab kaba12.com, menyusul berita sebelumnya terkait dengan kemunculan buaya muara di permukaan sungai, bahkan terlihat oleh warga sengaja bermain-main ditepi sungai.

Dijelaskan Ade Putra, sesuai perhitungan pihaknya, awal Maret sampai bulan Juli setiap tahunnya, merupakan siklus masa reproduksi kawanan buaya muara, dimana untuk proses reproduksi baik proses “perkawinan” maupun untuk bertelur setelah kawin, baik buaya betina maupun buaya jantan akan mencari lokasi aman .

Diduga, dalam siklus itu, buaya betina maupun buaya jantan sengaja mencari lokasi yang aman untuk kawin dan bertelur, dan sebagian lokasi itu terlihat oleh masyarakat, “ kita sudah perhitung-kan siklus itu,”ungkap Ade Putra.

Terkait dengan kenyamanan dan keamanan masyarakat, Ade Putra menghimbau warga yang waspada dan menghindari lokasi-lokasi yang mencari tempat bermain, apalagi tempat kawanan buaya itu kawin dan bertelur, karena dikuatirkan jika terganggu akan bisa merugikan manusia, karena biasanya dalam musim reproduksi, kawanan buaya sangat agresif.

Untuk antisipasi, pihak BKSDA Resort Agam akan turun ke lokasi penampakan buaya bermain di jembatan base camp PT.Mutiara Agam, dekat pabrik pengolahan kepala sawit itu, dan akan langsung memasang tanda peringatan.

Disisi lain, pihak BKSDA Agam juga sudah berkoordinasi dengan jajaran PT.Mutiara Agam, terkait dengan keberadaan habitat buaya muara yang jumlahnya cukup banyak itu, dan pihak perusahaan sudah memasang di berbagai titik tanda bahaya berisi awas, ada buaya, untuk memperingatkan masyarakat untuk menghindari lokasi-lokasi tertentu.

“ Kita akan pantau secara rutin kegiatan hewan yang dilindungi itu sesuai ketentuan undang-undang. Kami berharap, masyarakat juga waspada dan menghindari lokasi yang menjadi area bermain kawanan buaya tersebut,”ungkap Ade Putra lagi.

HARMEN

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });