Kaba Terkini

Forum Konsultasi Publik RKPD 2022, Pemulihan Dampak Covid-19 Jadi Prioritas

Bukittinggi, KABA12.com — Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Badan Perencanaan Penelitian dan Penggembangan (Bapelitbang), gelar konsultasi publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2022. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Balaikota, Rabu (24/02).

Kepala Bapelitbang Bukittinggi, Rismal Hadi, menjelaskan, forum konsultasi publik RKPD ini dilaksanakan dalam rangka memperoleh masukan dan saran dari stakeholder guna penyempurnaan rancangan awal penyusunan RKPD tahun 2022. Forum konsultasi publik merupakan salah satu dari empat metode pendekatan penyusunan RKPD.

“Empat pendekatan yang dimaksud, pendekatan teknokratik, menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan daerah. Pendekatan partisipatif, dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan. Pendekatan politis, dilaksanakan dengan menerjemahkan visi misi kepala daerah terpilih ke dalam dokumen RPJMD yang dibahas dengan DPRD. Selanjutnya pendekatan atas-bawah dan bawah-atas, merupakan hasil perencanaan yang diselaraskan dengan hasil musrenbang mulai dari tingkat kelurahan hingga tingkat nasional,” jelasnya.

Kepala Badan Keuangan Bukittinggi, Herriman, menjelaskan, estimasi keuangan daerah tahun 2022, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan tahun 2021 ini.

Melihat dari 2018-2019 tren ekonomi naik, ditandai dengan naiknya APBD. Namun mulai tahun 2020, ekonomi turun yang juga ditandai dengan penurunan APBD dan penurunan PAD.

“Pada tahun 2020 lalu, PAD ditarget 151 milyar. Namun karena pandemi covid-19, PAD hanya terealisasi Rp 84 milyar. APBD 2021 berjumlah Rp 785 milyar. Jumlah ini pasti akan berkurang, karena didalamnya masih terdapat dana transfer pusat, yang akan dikurangi untuk seluruh daerah. Sehingga diestimasikan, APBD tahun 2022 nanti, kemungkinan besar tidak bisa melebihi APBD 2021. Sesuai aturannya juga, 20 persen dari APBD harus dialokasikan untuk pendidikan dan 10 persen dari postur APBD juga harus diposisikan untuk bidang kesehatan,” jelasnya.

Plh Wali Kota Bukittinggi, Yuen Karnova, menyampaikan, sejak tahun 2020 lalu, covid-19 memang sangat mempengaruhi perekonomian dan juga kelancaran jalannya pemerintahan. Karena secara umum gambarannya, APBD turun, PAD turun, pendapatan dana transfer turun.

“Namun ini bukan kabar pertakut, tapi kenyataan yang terjadi saat ini, tidak hanya di Bukittinggi tapi juga secara nasional bahkan juga dunia. Akibat covid-19, seluruh sendi kehidupan goyang. Mensiasatinya, harus dengan menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya.

Yuen menjelaskan, tahun 2021 dan 2022, program SKPD harus diarahkan pada upaya peningkatan dan pemulihan ekonomi karena dampak covid-19. APBD diprediksi masih cukup rendah, karena DAU dari Rp 435 milyar turun menjadi Rp 421 milyar, DID berkurang 25 persen, DAK juga akan turun dan PAD juga turun.

“Pandemi covid-19 diprediksi masih berlanjut hingga 2022. Sehingga tahun depan Pemko masih harus menganggarkan dana untuk penanganan dan pemulihan dampak covid-19, seperti tahun ini Rp 10 milyar sudah dianggarkan untuk pemulihan,” jelasnya.

Kegiatan yang dimaksud, lanjut Yuen, harus benar-benar mengarah pada pemulihan ekonomi. Contohnya, kegiatan masalah kemiskinan, karena covid-19 angka kemiskinan tentu diprediksi meningkat. Kemiskinan itupun tidak berdiri sendiri, karena akan berpengaruh pada pendidikan, kesehatan dan masalah kehidupan lainnya.

“Kemiskinan tahun depan akan berbeda dengan kemiskinan tahun depan. Untuk itu, SKPD terkait harus dapat mengejar persoalan itu. Termasuk dalam menciptakan lapangan kerja. Karena covid-19, perekonomian lesu. Untuk itu, harus ada program dan kegiatan nyata untuk mengembalikan ekonomi masyarakat, karena dalam lima tahun terakhir, tingkat ekonomi masyarakat meningkat, tapi turun drastis karena adanya covid-19. Bagaimana seluruh SKPD dapat memilah dan memprioritaskan kegiatan yang benar benar mengarah pada pemulihan dampak covid-19 terhadap masyarakat,” ujarnya.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });