Kaba Terkini

Selamatkan Ngarai Rakik, Ade Ria : Hentikan Buang Sampah ke Ngarai

Agam, KABA12.com — Kondisi Ngarai Rakik yang ada di kecamatan Banuhampu, kian memprihatinkan. Banyaknya sampah dan kondisi jalan yang tidak representatif, akan membahayakan warga dan pengguna jalan.

Melihat kondisi itu, Ade Ria, tokoh masyarakat Agam yang kini duduk sebagai wakil rakyat di parlemen Kabupaten Agam, meninjau lokasi dan bersama dengan masyarakat sekitar lakukan goro bersama, Rabu (17/02). Ia menilai, ini harus dilakukan sebagai langkah awal penyelamatan Ngarai Rakik.

Ketua Komisi III DPRD Agam, Ade Ria, menjelaskan, kondisi Ngarai Rakik kini memprihatinkan baik dari segi jalan yang hampir putus dan sampah yang menumpuk karena ulah pelaku pembuang sampah yang tidak bertanggung jawab. Kegiatan ini merupakan program dari gapoktan Nagari Kubang Putiah dan pemerintahan nagari yang didukung oleh pihak kecamatan, UPT pertanian, Danramil serta tokoh masyarakat lainnya.

“Kami dari komisi III DPRD Agam sudah turun ke lapangan didampingi OPD terkait yakni PUPR, Bappeda, Pemerintahan Nagari, Bamus, KAN serta tokoh masyarakat. Sehingga kami meminta pemda untuk dapat menyelesaikan masalah longsor yang terus menggerus badan jalan. Salah satu solusinya adalah pembangunan jembatan,” ungkapnya.

Disisi lain, lanjut Ade Ria, Ngarai Rakik memiliki nilai history yang tinggi, ada kincir air di bawahnya. Untuk itu agar tidak ada pembuangan sampah lagi direncanakan akan menjadikan ngarai rakik taman bermain masyarakat.

“Sembari menunggu pembangunan jembatan tentunya pembuangan sampah di Ngarai Rakik harus dihentikan dengan mengadakan kegiatan aksi penyelamatan Ngarai Rakik dari tumpukan sampah dan membuat taman bunga. Kami menghimbau seluruh pelaku pembuang sampah untuk menghentikan pembuangan di sana, karena sampah yang dibuang itu tidak terurai dan merusak lingkungan,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Anggota DPRD Agam lainnya, Zulhendri dan Fery Adrianto juga ikut berpartisipasi.

Selain itu perhatian penuh juga diberikan oleh walinagari dan wali jorong setempat.

(Ophik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });