Kaba Terkini

Tokoh Masyarakat Tanjung Raya Angkat Bicara Soal Polemik Kematian Ikan KJA di Danau Maninjau

Maninjau, kaba12.com — Persoalan musibah kematian ribuan ikan budidaya keramba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, menuai polemik di tengah masyarakat.

Pasalnya, musibah kematian ikan pada awal Februari 2021 itu memunculkan pro-kontra akibat menimbulkan pencemaran lingkungan dan udara.

Menyikapi hal itu, Tokoh Masyarakat Kecamatan Tanjung Raya, Miswardi Sidi Bagindo angkat bicara soal polemik yang beredar di tengah masyarakat. Ia menilai kematian ikan KJA jenis nila itu adalah sebuah musibah.

“Pandangan kita sebagai anak nagari ataupun masyarakat Tanjung Raya, bahwa kematian ikan KJA ini merupakan musibah yang didatangkan dari Sang Maha Kuasa. Artinya, kita tidak boleh saling menyalahkan terkait dampak yang ditimbulkan. Untuk mengatasi hal ini, tentu kita harus duduk bersama antara masyarakat dengan pemerintah dalam mencari solusi terbaik,” ujarnya saat diwawancara wartawan, Jum’at (05/2).

Ia menyebutkan, kawasan Danau Maninjau dulunya bebas dari KJA,tapi semenjak pertumbuhan ekonomi semakin tinggi, sektor budidaya ikan dengan KJA menjadi salah satu usaha yang menjanjikan, bahkan menjadi income besar bagi masyarakat Kecamatan Tanjung Raya.

“Selain itu, kita tidak bisa membersihkan Danau Maninjau dari KJA. Karena itu adalah sumber mata pencaharian atau pemasukan bagi masyarakat sekitar,” sebutnya.

Kendati demikian, ia mengajak seluruh pihak baik petani KJA, pengelola pariwisata, masyarakat dan pemerintah, untuk mencari jalan keluar dalam mengatasi persoalan ini.

“Lebih baik kita cari saja solusinya. Dan tidak saling menyalahkan terkait kematian ikan yang berdampak pada pencemaran,” ulasnya.

Ia menyebut, kematian ikan KJA di Danau Maninjau saat ini bukanlah yang pertama kali. Namun sejak beberapa tahun terakhir, musibah kematian ikan massal pernah terjadi, bahkan mencapai ratusan ton dengan kerugian miliaran rupiah. Sehingga pada saat itu berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat di Tanjung Raya. Terutama pada petani KJA, pemilik modal, pemanen ikan, toke atau pengepul, dan penyuplai makanan ikan.

“Kedepan, mari kita pikirkan solusinya agar persoalan ini bisa selesai. Sehingga keberlangsungan dan kelestarian Danau Maninjau tetap terjaga, serta dapat dinikmati oleh anak cucu kita nanti,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan kaba12.com, musibah kematian ikan KJA di Danau Maninjau terjadi pada Senin (1/1) lalu.

Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam mencatat, total kematian ikan KJA yang dipicu oleh angin kencang dari arah Timur mencapai 15 ton.

Kematian ikan KJA jenis nila itu terjadi di sejumlah titik Kecamatan Tanjung Raya, diantaranya di Nagari Maninjau, Bayur, dan Koto Malintang.

(Bryan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });