Kaba Terkini

Bangkai Ikan KJA di Danau Maninjau Timbulkan Bau Menyengat

Maninjau, kaba12.com — Kematian ribuan ikan budidaya keramba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, saat ini mulai mencemari lingkungan sekitar. Pasalnya, bangkai ikan yang memenuhi kolam keramba di buang oleh petani KJA ke perairan danau.

Akibatnya, bangkai ikan yang berada di permukaan danau disapu ombak ke tepian, sehingga menimbulkan bau tak sedap di sekitar lokasi. Bahkan bangkai ikan yang mati itu sudah mulai dikerumuni lalat hijau dan belatung.

Berdasarkan pantauan kaba12.com, aroma busuk yang berasal dari bangkai ikan itu mulai tercium di sejumlah wilayah Kecamatan Tanjung Raya, seperti di Jorong Gasang, Nagari Maninjau,
Jorong Lubuak Kandang, Nagari Bayur, dan Jorong Tanjuang Alai, Nagari Koto Malintang.

Kondisi ini membuat warga yang tinggal di sekitaran tepian Danau Maninjau mengeluh karena mencium aroma tak sedap setelah sehari kematian ikan massal itu terjadi.

“Sudah tiga hari aroma busuk dari bangkai ikan itu mulai tercium. Akibatnya aktivitas saya terganggu karena baunya yang sangat menyengat,” ungkap Syofinal (60), warga Jorong Lubuak Kandang, Nagari Bayur saat ditemui kaba12.com, Kamis (4/2).

Kendati demikian, Ia berharap kepada petani KJA dan pemerintah untuk mencari solusi agar bau busuk dari bangkai ikan tersebut hilang. Salah satunya dengan cara menguburkan bangkai ikan di darat.

Camat Tanjung Raya Handria Asmi telah menghimbau kepada petani KJA yang mengalami kematian ikan untuk menguburkan bangkai di tepi danau. Karena hal ini dinilai salah satu upaya menghindari pencemaran lingkungan di Danau Maninjau agar tidak meluas.

Disamping itu, berdasarkan data yang diperoleh hingga Rabu (3/2) kemarin, tercatat kematian ikan KJA jenis nila sudah mencapai 15 ton. Kematian ikan massal itu terjadi di sejumlah titik di Kecamatan Tanjung Raya, seperti Nagari Maninjau, Bayur, dan Koto Malintang.

Penyebab kematian ikan KJA pada awal Februari 2021 itu diduga kuat karena angin kencang dan cuaca ekstrim yang melanda wilayah Kecamatan Tanjung Raya sejak sepekan terakhir. Sehingga kadar oksigen di dalam danau berkurang akibat naiknya belerang dan racun sisa pakan yang berada di dasar danau, dan menyebabkan ikan mati secara massal.

(Bryan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

To Top
// Infinite Scroll $('.infinite-content').infinitescroll({ navSelector: ".nav-links", nextSelector: ".nav-links a:first", itemSelector: ".infinite-post", loading: { msgText: "Loading more posts...", finishedMsg: "Sorry, no more posts" }, errorCallback: function(){ $(".inf-more-but").css("display", "none") } }); $(window).unbind('.infscr'); $(".inf-more-but").click(function(){ $('.infinite-content').infinitescroll('retrieve'); return false; }); $(window).load(function(){ if ($('.nav-links a').length) { $('.inf-more-but').css('display','inline-block'); } else { $('.inf-more-but').css('display','none'); } }); $(window).load(function() { // The slider being synced must be initialized first $('.post-gallery-bot').flexslider({ animation: "slide", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, itemWidth: 80, itemMargin: 10, asNavFor: '.post-gallery-top' }); $('.post-gallery-top').flexslider({ animation: "fade", controlNav: false, animationLoop: true, slideshow: false, prevText: "<", nextText: ">", sync: ".post-gallery-bot" }); }); });